WIKA AKAN BANGUN MENARA GOREE 55 LANTAI DI DAKAR SENEGAL

0
649
Dubes RI di Dakar-Mansyur Pangeran Bersama Menteri-Bappenas Senegal Dr. Cheikh Kante yang juga sebagai President Steering Committee Tour de Goree/Ist

JAKARTASATU.COM — Setelah sukses dalam Indonesia Africa-Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali, Agustus 2019 lalu menjadi adrenalin tersendiri bagi KBRI Dakar yang memposisikan perolehan tertinggi dari  business deal dalam pertemuan tersebut yaitu senilai USD 450 juta dari keseluruhan nilai business deal sebesar USD 822 juta, yaitu proyek Pembangunan Goree Tower di Dakar, senilai k.l USD 300 juta dan pembangunan 5000 Social Housing senilai USD 200 juta di Pantai Gading/Cote d’Ivoire.

Indonesia mendapat kepercayaan dari Pemerintah Senegal untuk membangun Gedung Menara Goree/Tour de Goree sekitar 55 lantai yang pendanaannya dibiayai oleh Bank Exim Indonesia. Gedung Menara Goree tersebut nantinya merupakan gedung tertinggi di Afrika Barat dan menjadi Historical Icon bagi Senegal dan Afrika lainnya. Gedung tersebut akan dibangun di main land región Dakar tepatnya di belakang Istana Kepresiden Senegal menghadap Pulau Goree yang merupakan Pulau yang sangat bersejarah bagi masyarakat Senegal dan Afrika lainnya. Pulau tersebut dulunya adalah tempat pusat penjualan perbudakan pada masa penjajahan mulai Abad ke-15 sampai abad ke-19 Masehi yaitu dari masa pendudukan Portugis, Belanda, Inggris dan Perancis.

Menara Goree yang terletak menghadap ke pulau Goree itu digadang-gadang akan menjadi pusat bisnis, perkantoran, aktifitas ekonomi, hotel hingga rekreasi. Proyek pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 2 tahun, yaitu tahun 2020 karena Senegal akan menjadi Tuan Rumah Youth Olympic Games tahun 2022 dan  menargetkan 10-20 juta wisatawan asing akan datang ke Senegal terutama dari Amerika dan Eropa.

Pembangunan 5 Ribu Perumahan Rakyat di Songon, Pantai Gading oleh PT. WIKA

Duta Besar Mansyur Pangeran sebagai Dubes di 8 Negara Afrika Barat (Senegal, Cabo Verde, Pantai Gading/Cote d’Ivoire, Republik Guinea, Guinea-Bissau, Mali, The Gambia dan Sierra Leone), merasa sangat senang bahwa BUMN Indonesia tidak hanya bermain di dalam negeri saja/jago kandang tetapi juga sebagai Perusahaan berplat merah yang sudah go internasional sebagai Global Player yang kemampuan kualitas teknologinya sudah dipercaya dan sejajar dengan teknologi negara-negara maju di Dunia.

Pembangunan 5 ribu unit perumahan rakyat ini berlokasi di Songon, Pantai Gading yang juga akan dikerjakan oleh PT. WIKA dengan skema pembiayaan seperti pada pembangunan Menara Goree yang juga dukungan finansialnya dari Bank Exim Indonesia.

Senegal dan Guinea-Bissau Berencana Ingin Membeli Kapal Perang Dari PT. PAL

Duta Besar Mansyur menjelaskan bahwa beberapa waktu sebelumnya sudah ada pembicaraan bahwa pemerintah Senegal merencanakan ingin membeli beberapa unit kapal perang produksi PT. PAL Surabaya, dokumen-dokumen terkait dengan jenis dan spesifikasi teknis kapal perang dimaksud sudah disampaikan kepada Menhan Senegal tahun 2017. Hal ini belum dapat ditindaklanjuti lebih lanjut karena masih terkendala dengan dukungan keuangan yang selama ini bekerja sama dengan AD Trade. Dubes tegaskan hal ini nantinya akan dibicarakan kembali kepada pihak Senegal.

Sementara itu Pemerintah Guinea-Bissau juga tertarik ingin membeli kapal perang dari PT. PAL, namun terkendala dengan masalah finansial. Pihak Guinea-Bissau mengharapkan pembelian tersebut dapat dilakukan dengan skema imbal beli dimana BUMN Indonesia dapat mengeksplor potensi minyak/mineral lainnya di Guinea Bissau  dan  hasilnya dapat digunakan untuk membiayai pembelian kapal dimaksud. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Guinea-Bissau pada saat kunjungan Menhan RI ke Bissau tahun 2017.

Selain itu, pengusaha Guinea-Bissau yang juga sebagai Konsul Kehormatan RI di Bissau merencanakan untuk mengimpor kendaraan bermotor roda empat, merk Toyota Innova buatan Indonesia, dengan minimal 100 unit pertahun yang rencana penandatangan MoU nya akan dilakukan di Jakarta pada akhir bulan November – awal Desember 2019.

Mali dan Senegal Melirik ingin beli  Lokomotif Buatan PT. INKA

Pertemuan Dubes RI Mansyur Pangeran dengan Sekjen Kementerian Transportasi Mali, menghasilkan kesepakatan potensi kerjasama di bidang pembangunan jalur kereta api Bamako-Perbatasan Senegal, sepanjang 650 Km, dimana proyek ini merupakan proyek prioritas Pemerintah Mali sebagai proyek jalur kereta api yang terintegrasi dengan jalur kereta api trans Afrika. Proyek yang diperkirakan nilainya miliaran dolar ini harus sudah dimulai paling lambat dalam 6 bulan ke depan. Pemerintah Mali mengundang Indonesia untuk mengambil proyek ini tanpa tender.

Selain itu Pemerintah Mali menawarkan tender untuk pembelian 4 lokomotif buatan PT. INKA Madiun. Tawaran ini telah diteruskan langsung oleh Dubes RI kepada Dirut PT. INKA, Budi Noviantoro dan pihak PT. INKA telah menyampaikan secara resmi surat keikutsertaan dalam tender dimaksud. Berdasarkan ketentuan tender, pembayaran lokomotif tersebut akan dibiayai langsung oleh APBN pemerintah Mali.

Sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya pihak Senegal telah memesan 10 unit lokomotif buatan PT. INKA yang diharapkan pembelian lokomotif tersebut dapat diselesaikan administratif dan dukungan finansialnya pada tahun 2020 sesuai dengan waktu pembuatan 1 lokomotif memerlukan waktu 2 tahun. Lokomotif ini direncanakan akan dioperasikan untuk pengangkutan barang jalur Dakar-Bamako sepanjang 1200 Km untuk menggantikan pengangkutan dengan kendaraan umum melalui transportasi darat menggunakan truk sebanyak 300 truk perhari. Dengan demikian permasalahan kemacetan jalur antar lintas negara dapat teratasi.

Senegal Telah Membeli 3 Pesawat CN 235 Dari PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) Bandung

Duta Besar Mansyur Pangeran menambahkan saat ini Senegal dapat dikatakan sebagai hub-transeter promosi produk BUMN Indonesia. Selain kepercayaan pemerintah Senegal yang telah diberikan kepada PT. WIKA, Pemerintah Senegal sebelumnya juga telah memberikan kepercayaan kepada PT. DI untuk membeli 3 unit pesawat CN 235 dari PT. DI yang salah satu diantaranya digunakan untuk pesawat VVIP Presiden dan yang terakhir (yang ke-3) diperuntukan untuk pesawat Militer/Marine. Sesuai pembicaraan antara Duta Besar Mansyur dengan petinggi Senegal bahwa pemerintah Senegal merencanakan akan menambah pesawat CN 235 menjadi 5 unit dan diharapkan pesawat yang ketiga tersebut tiba di Dakar pada bulan Agustus 2020.

Sebelum pesawat ketiga tersebut diberangkatkan dari Bandung ke Senegal, KSAU Senegal, Jenderal Joseph Dioup merencanakan akan berkunjung ke PT. DI.

Pemerintah Senegal juga  menawarkan berbagai kerjasama infrastruktur lainnya kepada Indonesia  antara lain : Pembangunan 50 ribu unit Perumahan Rakyat kepada PT. WIKA, pembangunan jalan tol, jembatan layang hingga basis militer dan renovasi airport lama menjadi airport militer dengan nilai proyek mencapai miliaran dolar Amerika Serikat.

  1. WIKA Akan Membangun Jembatan di Guinea senilai USD 12 Juta

Pertemuan Dubes RI dengan Charge d’Affires Presiden Guinea, yaitu Menteri Pertahanan Republik Guinea, Dr. Mohamed Diane menghasilkan potensi kerjasama di bidang pertahanan, pelatihan tentang combatting terrorism, pertanian, infrastruktur, mining, transportasi kereta api beserta rel kereta apinya. Potensi kerjasama ekonomi tersebut bisa mencapai angka miliaran dollar. Saat ini yang sudah disepakati antara Indonesia dengan Guinea yaitu rencana pembangunan jembatan senilai USD 12 juta bekerjasama dengan Mitsubishi Jepang yang akan dikerjakan oleh PT. WIKA. Disamping itu menurut Dubes, pihak Conakry juga menawarkan berbagai potensi dibidang mining kepada BUMN indonesia, antara lain ; tambang emas, bauksit, iron ore.

Gambia Harapkan Bantuan Capacity Building Dari Indonesia

Pertemuan dengan Wakil Presiden The Gambia, Dr. Isatou Touray dan Menteri Pendidikan Tinggi The Gambia, Mr. Badara Joof mengharapkan Indonesia dapat memberikan bantuan capacity building di berbagai bidang seperti Women Empowerment, ekonomi kreatif, tenaga ahli pertanian, perkebunan, perikanan dan eco tourism dan aqua culture. Duta Besar Mansyur menyatakan bantuan Indonesia untuk capacity building dimaksud dapat memberikan dampak sangat positif terhadap penilaian negara-negara Afrika khususnya The Gambia, mereka memandang Indonesia sebagai role model bagi kemajuan pembangunan ekonomi, pendidikan dan industri bagi negara- negara Afrika serta negara yang sudah maju.

Penggalangan potensi kerjasama ekonomi dan bidang-bidang lainnya ke negara akreditasi oleh KBRI Dakar akan terus digalakkan. Upaya ini tentunya diharapkan akan menambah nilai business deal yang menguntungkan bagi kedua belah pihak serta mengangkat leverage Indonesia di mata negara-negara Afrika dan dunia.

Sukses kerjasama tim yang solid ini yaitu KBRI Dakar, Kemlu RI, PT. WIKA, PT. DI, PT. PAL, Bank Exim Indonesia dan stakeholder lainnya di Indonesia, Senegal, Pantai Gading menjadi pendorong bagi KBRI Dakar untuk terus berprestasi meningkatkan kinerja.

Dubes Mansyur akhirnya menggarisbawahi bahwa potensi kerja sama Indonesia dengan 8 negara akreditasi di wilayah Afrika Barat masih  terbuka lebar.

Yang harus diperhatikan adalah negara negara pesaing Indonesia yang selama ini sangat agresif dalam meningkatkan kerjasama maupun pemberian bantuan kepada negara-negara Afrika, seperti : China, Jepang, Korea Selatan,Turkey dan Perancis

Oleh karenanya kita harus lebih intensif lagi meningkatkan pendekatan dan kerjasama   seperti Cina, Turki, Perancis. Selain bantuan pembangunan negara-negara pesaing tersebut cukup besar kepada 8 (delapan) negara-negara akreditasi tersebut, mereka juga memiliki  sumber  finasialnya yang sangat besar.

Oleh karenanya kita harus cepat menanggapi secara positif tawaran-tawaran kerja sama tersebut yang didasarkan atas kerja sama partenariat gagnant gagnant/kerja sama yang saling menguntungkan dan setara. |RL/JKST

Facebook Comments