MAULIDAN ISBAR CASSANOVA DI AJANG SOUTHEAST ASIA START UP SUMMIT 2019 IN SINGAPORE

0
545
Maulidan Isbar (kedua dari kanan) bersama 4 start-up lainnya ketika host mengundang "5 besar" naik ke pentas.

JAKARTASATU.COM — Acara yang berlangsung Sabtu, 23 November 2019 di Auditorium PMB Academy Marina Square Singapore dibuka oleh Dubes RI untuk Singapore; I Gede Ngurah Swajaya.

Maulidan Isbar mampu mempresentasikan platformnya dihadapan para juri dengan baik. Bahasa Inggrisnya fasih, diksi dan pilihan narasinya pas, ia tidak canggung berbicara dalam bahasa Inggris di depan audiens internasional.

Maulidan Isbar dan Dolanesia menjadi cassanova yg menarik banyak perhatian para juri, investor dan bahkan peserta dari negara lain. Sehingga itulah diujung acara Maulidan dipanggil naik ke panggung bersama 4 Start Up lainnya. Kekurangan Dolanesia karena start up nya belum operasional, masih mock up belum dieksekusi. Sementara juri menentukan para pemenang syaratnya harus start-up yang sudah running well, sudah produktif menjalankan bisnis.

Dalam one on one pitching session (tatap muka antara pemilik start up dengan calon investor), Dolanesia banyak diminati. Catatan juri bahwa start up ini selain dapat mengdorong produktivitas kelompok masyarakat rural secara masif juga memiliki prospek bisnis yang sangat kuat. Selain menarik minat banyak calon investor, juga banyak start up dari negara lain yang sudah beroprasi yg ingin bergabung.

“Job To Go adalah start up dari Thailand yg mirip Jobstreet di Indonesia,” tutur Maulidan. “Mereka tertarik bergabung dengan Dolanesia untuk menjaring para pencari kerja dari desa.” Sambungnya. “Ada lagi Good-Lugg start up dari Singapore yg sudah cukup populer, yaitu yang menyewakan koper, traveling bag dan sejenisnya untuk para pelancong. Mereka juga tertarik dengan Dolanesia karena dianggap in-line dengan pangsa pasar mereka” Kisah maulidan dengan rasa bangga.

“In syaa Alloh minggu depan ada calon investor dari Singapore dan Malayasia akan datang menemui kami untuk menindak lanjuti kemungkinan kerjasama,” lanjutnya.

“Saya dan teman-teman di Dolanesia masih mempertimbangkan apakah akan bekerjasama dengan investor luar (asing-red) atau mencari investor lokal. Karena saya merasa yakin banyak pemilik modal lokal yang akan tertarik,” jelas Lidan optimis.

“Besok kami diundang pak Mentri Wisnutama (Menparekraf-red) untuk memperkenalkan Dolanesia. Spirit anak muda sebagai creative fighter dimiliki oleh Maulidan Isbar, waktu dan hambatan yang akan membuktikan dia sebagai petarung sejati,”tutupnya. Semoga…! |AEM

Facebook Comments