Solusi untuk Jakartaku Tercinta

0
712
Rizal Bawazier, Pengusaha dan Pemerhati Sosial (Foto : AME)

OLEH Rizal Bawazier, Pengusaha, Pemerhati Sosial. 

Kejanggalan Rancangan Anggaran Pembelian dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta yang beberapa waktu lalu sempat membuat viral di media masa menjadi suatu hal yang besar untuk pertanggung jawaban Pemerintah Daerah kepada Warga DKI Jakarta, yang kemudian pihak yang menemukan kejanggalan malah diadukan.

Sebenarnya masih banyak permasalahan DKI Jakarta yang dihadapi bukan saja masalah mengenai Rancangan Anggaran diatas, tetapi sistem birokrasi, masalah tenaga kerja, DKI Jakarta bisa menjadi tempat tujuan pariwisata, pergusuran, premanisme, banjir, tata kelola pasar, tempat-tempat hiburan, alat-alat transportasi dan juga suatu hal yang merupakan biasa di DKI adalah kemacetan.

Semua permasalahan diatas sebenarnya mudah untuk diselesaikan, mudah untuk dituntaskan sekiranya kita berpegang pada suatu nasihat dari Nabi Muhammad SAW yaitu: “kullukum ro’in wa kullukum mas’ulun an ro’iyyatihi” yang artinya “setiap kamu adalah pengembala dan setiap kamu bertanggung-jawab atas apa yang kamu gembalakan”.

Saya yakin setiap umat beragama, tidak hanya umat islam, setuju dengan prinsip dasar dari kepemimpinan tersebut. Kepemimpinan bukan saja pada diri penegak hukum, bukan saja dipundak Pemerintah Daerah DKI, bukan saja dipundak para ulama-ulama, bukan saja dipundak para pengusaha-pengusaha keturanan manapun, tetapi pengertian dari tanggung-jawab kita semua sebagai seorang pengembala yang bertanggung-jawab atas apa yang kita gembalakan.

Saya akan bahas lebih lengkap dalam beberapa diskusi kedepan mengenai hal ini, supaya kita bisa melihat DKI Jakarta, kota yang kita cintai dapat “sejuk” dan “tenang” seterusnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita mempunyai kehidupan yang berbeda-beda, dimana pelaksanaan dari suatu program kerja dapat disetujui dan dapat ditolak oleh pihak lain yang berbeda pendapat dengan kita, tetapi masalah perbedaan pendapat tersebut saya yakini bahwa pasti semua dapat diselesaikan bersama, kenapa? karena setiap orang pasti punya hati.

Jawaban dari pertanyaan diatas bukan kita hanya bertumpu pada Pemerintah Daerah DKI, tetapi semua unsur masyarakat DKI Jakarta juga harus sama-sama menjadi “ro’in” atau “pengembala/ pemimpin” yang punya hati.

Allah SWT melalui utusannya, Nabi Muhammad SAW, telah mengucapkan suatu “KUNCI”, suatu prinsip bermasyarakat, bagi kita dalam memenangkan suatu kehidupan dari beberapa komunitas sosial, adat yang berbeda-beda dan sangat beragam di DKI Jakarta ini. Kita akan diskusikan berikutnya mengenai kunci ini. ***