Bukan Terjebak Macet, Tapi Bikin Macet

0
203
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang gencar-gencarnya mempopulerkan jalur sepeda di ibu kota. Sedikitnya ada tujuh rute jalur sepeda yang diuji coba Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga 19 November 2019 – Sumber Foto: idntimes dotcom (9/10/2019)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang gencar-gencarnya mempopulerkan jalur sepeda di ibu kota. Sedikitnya ada tujuh rute jalur sepeda yang diuji coba Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga 19 November 2019 – Sumber Foto: idntimes dotcom (9/10/2019)

JAKARTASATU.COM – Fenomena kemacetan lalu lintas di Ibukota DKI Jakarta menyimpan hal yang baru lagi. Sudah melewati beberapa masa pemerintahan Gubernur, tetapi kondisi kemacetan Jakarta tetaplah begitu-begitu saja. Kerap dalam obrolan, obrolan, telpon, sms, whatsapp, media sosial dan sebagainya orang-orang yang menjawab pertanyaan tengah sedang macet di jalanan Jakarta.

Ternyata, baru-baru ini kalimat “berhasil macet” dipertanyakan kebenarannya. Pernyataan ini dianggap salah dan patut yang benar adalah kalimat pengakuan “bikin (membuat) macet”.

Ungkapan ini dimunculkan kembali oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Kononalkan yang didapatnya dari tulisan yang ada di kaos seorang pesepeda.

“Saya pernah seketika bersama-sama dengan beberapa teman, lalu ada orang pesepeda menggunakan kaos. Kaos itu di belakang ada tulisan besar. Kalimatnya begini ‘Anda terjebak macet? Bukan, kamu bikin macet ‘jadi dia ngirim pesan bukan macet, sulit kita sama-sama buat macet, ”begitu cerita Anies pada acara gowes dan olah raga di Polda Metro Jaya, Senayan, Jakarta Selatan (30/11/2019).

Tentu saja kalimat tersebut bernada satire. Namun ternyata Anies menyukai kalimat tersebut dan ingin menggunakannya untuk mengkampanyekan budaya bersepeda di Jakarta. Pasalnya Anies percaya, budaya pemakaian sepeda merupakan salah satu solusi unggulan untuk mengatasi kemacetan Jakarta.

“Jadi dia ngirim pesan bukan terjebak macet sesungguhhya kita sama-sama buat macet. Kalau mau mengurangi kemacetan maka kita harus lebih banyak menggunakan kendaraan umum atau menggunakan sepeda,” jelas Anies kembali menafsirkan kalimat tersebut.

Selanjutnya Anies berterung terang bahwa dirinya ingin mengubah cara pandang masyarakat mengenai sepeda yang saat ini masih hanya dianggap sebagai alat olahraga semata. Karena Itulah menurut Anies bersepeda memerlukan peralatan khusus baik baju sepatu, helm bahkan sepeda khusus.

“Konsekuensinya mencoba jadi mahal. Karena itu yang kita dorong bukan hanya sebagai olahraga saja tetapi juga bisa digunakan sebagai sarana transportasi, ”imbuh dia.

Terkait dengan program revitalisasi bergerak tersebut, Anies memaparkan, saat ini jalur sepeda yang telah terbangun sepanjang 63 kilometer dari target 100 kilometer jalur sepeda di Jakarta.

“Kalau bapak-bapak mendukung Insya Allah lebih banyak lagi warga Jakarta menggunakan sepeda kalau itu terjadi maka bisa lebih sehat, interaksi lebih tinggi yang gak kalah penting membangun kesadaran untuk memanfaatkan ruang jalan bersama-sama. Jalan bukan hanya milik kendaran tetapi juga untuk kendaran bebas emisi seperti sepeda, ”tegas dia. ( WAW )

Facebook Comments