ANIES DAN MASA DEPAN INDONESIA

0
620

JAKARTASATU.COM — Sebagai Gubernur DKI sebagaimana Jokowi dahulu maka peluang untuk sukses dalam Pilpres 2024 bagi Anies Baswedan sangat terbuka. Geo-politis menunjang. Meskipun sebenarnya untuk Anies modal sosial lainnya cukup kuat dalam menunjang keberhasilan.
Mengikuti dialektika politik setelah thesis Jokowi yang “buruk” maka Anies akan menjadi anithesis yang “baik”. Kualitas maupun integritas.

Berbekal sehagai akademisi dan pengalaman politik yang cukup, ideal bagi Anies untuk berkiprah lebih besar ke depan. Mantan Rektor Universitas Paramadina dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan alumnus Universitas Gajah Mada dan University of Maryland Amerika ini selama dua tahun menjabat Gubernur DKI memiliki prestasi yang bagus.

Ada perbaikan signifikan dalam membangun Jakarta. Prestasi yang dihargai bukan saja di tingkat nasional tapi juga dunia. Anies membawa Jakarta menjadi tiga kota terbaik dunia untuk transportasi (Sustainable Transport Award) atas penilaian Komite yang terdiri dari Institute Transportation and Development Policy (ITDP), World Bank, International Council for Local Environtmental Inisiatives (ICLEI) mengalahkan Kingston (Kanada), Bogota (Kolumbia), Richmond (AS) dan lainnya. Juga mendapat Merit Award Best Planning of the Year dari Singapore Institute of Planners.

Lahir di Kuningan Jawa Barat cucu dari pahlawan Nasional dan pejuang kemerdekaan asal Surabaya Jawa Timur AR Baswedan. Tentu mewarisi “trah dan spirit” kepahlawanan sang kakek. Jurnalis, Sastrawan, Diplomat di era awal kemerdekaan. Pendiri Partai Arab Indonesia yang berjasa berdiplomasi ke Mesir untuk pengakuan Indonesia merdeka. Menteri Muda Penerangan dan pernah tinggal di Semarang Jawa Tengah serta menikah di rumah KH Ahmad Dahlan Yogyakarta. Berputera dan bercucu yang antara lain Anies Baswedan dan Novel Baswedan.

Anies dan juga Novel memiliki daya “tahan banting” yang mumpuni. Keduanya selalu menjadi target serangan orang yang iri dan takut pada ketokohannya. Mencoba merusak dan merontokkan reputasinya baik sebagai politisi maupun penegak hukum. Anies yang berprestasi tidak dihargai rezim Jokowi maupun media informasi sebagaimana mestinya. Keberanian Anies soal reklamasio Jakarta membuat mafia tanah asing aseng kelimpungan. Luhut dan Jokowi pun bengong bengong saja. Komitmen hukum Anies membentengi fitnah dan upaya pelemahan dari lawan.

Masa Depan Indonesia

Mantap menjalankan tugas sebagai Gubernur dan stabil menghadapi tantangan membuat terang jalan di depan. Indonesia sangat membutuhkan pemimpin model seperti ini. Komplit kapasitasnya. Cendikia, bijaksana, bersikap negarawan, agamis, serta terbukti kuat mental. Sederhana dan jujur pula. Latar belakang pemahaman mengenai bidang ekonomi sangat menunjang bagi kepemimpinan nasional yang akan datang.

Tiga masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia yang mesti dan siap dijawab Anies, yaitu :

Pertama, pembangunan berbasis teknologi. Menghadapi era revolusi industri 4.0 tidak bisa sekedar dipimpin oleh tokoh berprofil “sok tahu” tanpa ilmu dan tanpa kemampuan berkomunikasi dengan bahasa pengetahuan dan teknologi. Kualifikasi akademisi diperlukan untuk menjawab tantangan lintas nasional. Globalisasi bukan slogan tapi realitas yang patut diantisipasi berdasar kompetensi yang mumpuni.

Kedua, pembangunan berbasis nilai. Di samping komitmen ideologi yang kuat juga mesti memiliki pemahaman dan pemihakan keagamaan yang bagus. Kemajuan yang semata materalistik, pragmatik, dan sekularistik tidak cocok untuk kehidupan bangsa yang lebih baik ke depan. Kultur bangsa ini adalah lekat dengan agama. Umat Islam sebagai mayoritas merupakan kekuatan strategis kemajuan bangsa. Ini menjadi kultur utama.

Ketiga, kemajemukan dengan basis proporsionalitas. Sama rata sama rasa tanpa memandang perbedaan adalah utopia dan lebih pada domein retorika. Selalu ada proporsi pada aspek agama, ras, kultur, atau status simbol lain. Merekat persatuan berangkat dari basis ini dengan tidak menginjak hak hak asasi manusia. Harmoni bangsa ditata dengan toleransi saling memahami bukan saling mencampuri (sinkretistik).

Anies Baswedan nampaknya pas untuk memimpin masa depan bangsa Indonesia. Cucu pahlawan, pemahaman keagamaan yang baik, komunikasi yang efektif, siap berada di arena global, serta modal sosial dan politik lainnya yang tentu “acceptable” bagi zamannya.

Siapapun kompetitor yang bertarung di Pilpres 2024 tidak mudah untuk mengalahkanya. Anies Baswedan secara kapasitas, integritas, dan hitungan politiknya mampu menjadi Presiden di tahun 2024. Prinsip perjuangan berbasis “nashrun minallah wa fathun qariib”. Pertolongan dari Allah dan kemenangan dekat.
Insya Allah.

M. Rizal Fadillah—-Alumni UNPAD, Pengurus Muhammadiyah Jawa Barat, Advokat, dan Mubaligh.  

Tulisan Ini juga termuat di MAJALAH JAKARTASATU EDISI NOV-DESEMBER 2019

Facebook Comments