Erick Thohir Tawari Sandiaga Uno Urus Dana Pensiun (Taspen), Kenapa Ditolak?

0
1118
Erick Thohir, Najwa Shihab, dan Sandiaga Uno - Instagram @sandiuno

JAKARTASATU.COM – Mengakui bahwa dirinya kalah ahli di bidang keuangan dibandingkan Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Thohir tawari Sandi untuk mengelola dana pensiun.

“Salah satu keahlian Sandi kan di keuangan, saya rasa bagaimana kalau ke depan saya juga bisa dapat nasihat mengenai dana pensiun,” tutur Erick Thohir dalam youtube Mata Najwa.

Erick menuturkan, saat ini pengelolaan dana pensiun masih belum baik dan ke depannya dapat ditangani seseorang yang ahli dalam bidangnya.

“Yang mungkin ini akan menjadi tantangan yang sangat berat ke depan, karena sistem pengelolaannya yang belum baik,” jelasnya.

Setelah itu Erick pun langsung mengajak Sandi bersalaman.

Menanggapi tawaran tersebut Sandi pun menanggapi, apabila diminta untuk membantu negara dirinya pasti bersedia.

Namun, kemudian Sandi justru mengingatkan Erick bahwa BUMN harus terbebas dari kepentingan politik apapun.

Sandi juga menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang politkus yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

“Saya kan pakai ‘baju’, dan saya enggak pura-pura atau ngumpet-ngumpet,” umpama Sandi.

Alhasil Sandi pun tak dapat menerima tawaran Erick Thohir tersebut. Namun dia berjanji akan tetap memberikan nasihat keuangan kepada Erick Thohir jika diperlukan walau dirinya tak menjabat sebagai Bos Taspen.

“Jadi selama posisi saya memberikan nasihat dibidang keuangan, bagaimana pengelolaan tapi keputusan akhirnya akan dijalani Mas Menteri sendiri, saya akan dengan senang hati memberikan,” pungkas Sandi diplomatis.

Sepertinya berbeda dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menerima dengan antusia tawarannya, kali ini Erick Thohir kena batunya. Mungkin karena Ahok merasa bahwa di PDIP dirinya hanya kader biasa, sementara Sandiaga adalah pengurus inti di Gerindra.

Apa pun alasan mereka, kita berikan saja kesempatan agar rakyat yang menilai sendiri kiprah para politisi di negeri ini. (WAW).