Makin Mengemuka di Asia Tenggara, Bank Thailand Caplok Bank Permata

0
805
Bangkok Bank Caplok Bank Permata/Ist

JAKARTASATU.COM – Tak bisa dipungkiri, saat ini Bangkok Bank telah berhasil menjadi salah satu bank regional terkemuka di Asia Tenggara, setelah menjadi bank terbesar di Negara asalnya Thailand, berdasarkan deposito dan ekuitas pemegang saham yang ada.

Saat ini, Bangkok Bank telah memiliki lebih dari 17 juta rekening nasabah dan hampir 1.200 cabang di seluruh Thailand dengan total aset US$ 105 miliar per 30 September 2019.

Perkembangan Bangkok Bank ternyata merambah Indonesia. Buktinya, Bank Permata resmi diakuisisi oleh Bangkok Bank. Manajemen Bangkok Bank telah mengumumkan penandatanganan perjanjian pembelian saham bersyarat dengan Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International Tbk (Astra) untuk mengakuisisi total 89,12% saham PT Bank Permata Tbk di Indonesia.

Keseluruhan transaksi diharapkan akan selesai pada tahun 2020 besok. Rencananya Bangkok Bank mengantisipasi penawaran tender wajib (mandatory tender offer) untuk sisa 10,88% saham di Permata setelah merampungkan akuisisi saham kepemilikan sebesar 89,12%.

Adapun transaksi tersebut akan dilaksanakan berdasarkan penilaian yang disepakati sebesar 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata (yang masih akan disesuaikan). Dimana pada 30 September 2019 kemarin, harga pembelian indikatif saham permata adalah Rp 1,498 per saham dan nilai transaksi indikatif Rp 37,4 triliun atau sekitar US$ 2,6 miliar untuk 89,12% saham. Sementara untuk kepemilikan 100,0% saham nilainya diperkirakan sebesar Rp 42 triliun atau sekitar US$ 3 miliar.

Bank Permata dicaplok Bangkok Bank

Besaran harga yang harus dibayar oleh Bangkok Bank untuk kepemilikan 89,12% saham di Permata akan difinalisasikan berdasarkan 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata (yang masih akan mengalami beberapa penyesuaian), sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan terakhir yang diterbitkan Permata sebelum penyelesaian Transaksi.

Tentu saja, penyelesaian Transaksi ini tetap tunduk pada sejumlah kondisi sebelumnya termasuk persetujuan regulator dari Bank of Thailand dan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) serta persetujuan rapat umum pemegang saham Bangkok Bank.| WAW