Pesan Anies Baswedan Untuk Milenial: Interaksi Atasi Paceklik Inspirasi

0
409
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berbicara di depan generasi milenial pada acara Milenial Fest 2019 yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (14/12/2019/Ist

JAKARTASATU.COM – Berbicara di depan generasi milenial pada acara Milenial Fest 2019 yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (14/12/2019), Gubernur Jakarta Anies Baswedan menekankan pentingnya interaksi yang sekarang ini menjadi kekuatan media sosial. Kunci penting narasi menjadi aksi adalah interaksi. Percakapan ini juga, kata Anies, akan menghasilkan berbagai inspirasi.

“Di sini kekuatan interaksi, karena itu jika anak muda hanya di rumah, di sekolahan maka akan alami paceklik inspirasi. Ketika dia keluar diskusi, datangi orang, datangi korporasi, inovator dengan penuh curiosity, sesungguhnya dia ciptakan inspirasi yang amat banyak. Tumbuh kumulatif ini,” pesan Anies mengingatkan.

Pesan Anies ini bermula ketika muncul wacana bahwa aksi dan karya lebih penting daripada narasi. Karena tidak setuju wacana tersebut Anies pun membantahnya.

“Jangan pernah remehkan kata-kata, ini semua disampaikan pakai kata-kata, jika kata-kata nggak penting, tutup online itu, tutup media, tutup TV, karena di situ ada pesan dengan naratif, jadi teman-teman ini harus dikerjakan ujungnya pada aksi, jangan sampai aksi tanpa narasi, kamu ke mana-mana,” papar Anies.

Menurut Anies, setiap orang yang mempunyai gagasan harus memiliki narasi yang kuat agar dapat diikuti oleh orang lain. Anies berpesan kepada generasi milenial agar menyiapkan narasi yang kuat agar gagasan yang disampaikannya bisa memiliki efek yang sangat luas.

“Kalau orang sukarela ikuti Anda maka Anda harus komunikasi, sampaikan gagasan, ada urutannya. Kalau orang mau ikuti Anda harus punya gagasan, harus anda terjemahkan itu dalam bentuk narasi, narasi diterjemahkan bentuk aksi, karya, kerja, karena itu kerja dan karya itu di fase akhir sebelumnya harus ada gagasan, narasi, baru action-nya,” pungkas Anies menyimpulkan wacana yang dipercayanya. |WAW

Facebook Comments