Selain Tajir, Ternyata Pemilik Mobil Mewah Penunggak Pajak Juga Jago Menghilang

0
502
BPRD DKI memburu penunggak pajak mobil mewah di Apartemen Pavilion, Jakarta Pusat, pada Senin (9/12/2019) /Ist

JAKARTASATU.COM – Seorang pengusaha dan pengamat sosial, Rizal Bawazier pernah menantang dengan pertanyaan, siapa rela bayar pajak? Padahal jika untuk zakat dan amal mereka rela. Tak jarang pajak masih dianggap sebagai upeti seperti pada zaman penjajahan. Pasalnya memang pajak bersifat paksaan.

Dan memang benar, itulah yang sekarang ini terjadi. BPRD bersama tim dan instansi terkait sampai saat ini masih terus menggalakkan operasi door to door untuk menagih para wajib pajak yang lalai sehingga belum menunaikan kewajibannya untuk membayar pajak. Melalui operasi lapangan ini, diharapkan penerimaan daerah dari pajak kendaraan bermotor dapat dicapai sepenuhnya.

“Ini adalah salah satu target kami untuk optimalisasi pajak daerah khususnya kendaraan bermotor dan seperti harapan Gubernur bagaimana pajak ini menopang APBD sehingga target pajak daerah bisa tercapai 100 persen,” ujar Kepala Unit PKB dan BBN-KB Jakarta Pusat, Manarsar Simbolon.

Saat melakukan sidak di daerah Jakarta Pusat, tepatnya di apartemen Apartemen Pavilion, Jakarta Pusat, pada Senin (9/12/2019) lalu, BPRD menemukan 5 mobil mewah penunggak pajak.

Di antara 5 mobil tersebut target utama adalah Ferrari California tahun 2013 yang sudah menunggak pajak selama 3 tahun dengan nilai Rp 360 juta. Mobil dan pemiliknya tidak dapat ditemukan di lokasi.

“Kerja sama kami dengan pengelola Apartemen Pavilion hari ini kami menemukan lima mobil mewah yang belum membayar pajak. Sebelumnya meminta kami salah satu penghuni di sini yang nilai tunggakannya sekitar Rp 360 juta. Kami akan membantu sama dengan mendukung agar dapat menunggangi pajak kendaraan ini,” ujar Manarsar.

Ternyata mereka  tak menemukan target utama yang diburu. Namun 4 mobil lain yang menunggak pajak berhasil ditemukan. Lagi-lagi pemilik tidak ditemukan di tempat itu. Maka petugas pajak hanya bisa menempeli stiker tanda mobil tersebut belum membayar pajak.

Adapun empat kendaraan di Apartemen Pavilion yang ditemukan belum bayar pajak itu antara lain Cadillac Escalade, Bentley Continental, Toyota Vellfire, dan Mercedes Benz GLE400. “Tunggakan pajak yang kita temukan hari ini NJKB masih di bawah Rp 1 miliar. Mungkin kalau kita telusuri semua ini mungkin masih banyak yang belum membayar,” ujar Manarsar menambahkan.

Sungguh memprihatinkan. Ternyata orang-orang berduit yang memiliki hobi mengoleksi mobil mewah tersebut banyak yang bernyali pengecut dan juga memiliki keahlian untuk menghilang ketika dikejar petugas pajak. Cling!!! Hilang deh. |WAW