Gara-gara Beri Penghargaan pada Colosseum Club 1001, Anies Dicap FPI “Maksiat Friendly”

0
1487
Massa yang tergabung dalam ormas FPI menggelar Aksi Bela Islam, Aksi Bela Rasulullah di depan Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019/ TEMPO

JAKARTASATU.COM – Beberapa hari lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI menggelar penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk 31 kategori. Salah satu kategorinya adalah Nominasi Hiburan & Rekreasi – Klab Malam & Diskotek. Ternyata Colosseum menang untuk kategori ini.

Pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk Colosseum Club 1001 di Jakarta Barat dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di JW Marriott Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada 6 Desember 2019.

Menurut Sekretaris Daerah DKI Saefullah, pemberian penghargaan itu mencerminkan diskotek Colosseum bebas peredaran narkotika.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI setiap hari telah mengobservasi Colosseum untuk diuji kelayakannya untuk menerima penghargaan Adikarya Wisata terjadi. Meski Saefullah tak mengingat berapa lama observasi tersebut mereka laksanakan namun itu sudah mengartikan bahwa di tempat itu sudah tidak terjadi yang dilarang. Mereka mampu memenuhi aturan Perda (peraturan daerah) kami. “Tidak boleh ada perdagangan atau peredaran barang-barang adiktif, narkotika, sabu-sabu, dan barang-barang lain yang dilarang,” ujar Saefullah.

Ternyata hal tersebut menuai protes dari kalangan umat Islam. Front Pembela Islam (FPI) meminta Gubernur DKI Jakarta meninjau ulang kebijakan yang menurut mereka membuka celah untuk terjadinya kemaksiatan tersebut.

Selanjutnya Ketua Umum FPI, Ahmad Shobri Lubis, dalam juga meminta Anies untuk segera berkonsultasi kepada para ulama.

“Sekaligus mengembangkan wisata yang ramah terhadap umat beragama, wisata halal, religi, budaya, wisata sejarah yang sangat tersedia potensinya di Jakarta,” tutur Shobri melalui keterangan tertulis tertanggal 15 Desember 2019.

Melihat penghargaan yang diberikan kepada Colosseum, FPI menilai beberapa kebijakan Anies dianggap ramah terhadap perilaku maksiat. Tak hanya penghargaan terhadap Colosseum semata, tetapi Shobri juga memberi contoh adanya pemberian izin untuk penyelenggaraan ajang musik Djakarta Warehouse Project yang baru saja selesai digelar.

Salah satu flyer acara yang digelar di Colosseum 1001/IST

“Sangat disayangkan Pemprov DKI Jakarta justru terus memberi izin dan bahkan memberikan penghargaan terhadap industri yang “maksiat friendly” berkedok pariwisata tersebut,” tulis Shobri. Akankah Anies Baswedan segera berkonsultasi dengan ulama seperti yang diminta FPI? |WAW