Ngotot Maju Pilwalkot Solo, Ternyata Popularitas Gibran Kalah dari Purnomo

0
910
Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo, kembali mengingatkan bahwa DPC telah mencalonkan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Solo 2020/Ist

JAKARTASATU.COM – Drama majunya sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilwalkot Solo 2020 cukup menghebohkan dunia perpolitikan Indonesia. Pasalnya, keinginan Gibran untuk maju sebagai kandidat Wali Kota Solo dari partai PDIP terbentuk kepada keputusan DPC PDIP Solo yang sudah mencalonkan Ahmad Purnomo sebagai kandidat.

Ternyata Gibran pantang menyerah dan terus berjuang melalui segara cara yang dianggapnya memungkinkan. Boleh jadi pilihan DPC PDIP Solo sudahlah tepat. Pasalnya berdasarkan survei terbaru yang digelar lembaga survey Median, terungkap bahwa tingkat keterkenalan atau popularitas Gibran Rakabuming Raka tersebut, masih kalah dari Achmad Purnomo yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo.

Berdasarkan survei yang digelar Median pada 3-9 Desember 2019 kemarin, Direktur Utama Median Rico Marbun mengatakan ada delapan belas nama yang muncul dalam survei. Namun hanya dua nama yang popularitasnya di atas rata-rata, yaitu Purnomo dan Gibran.

“Hanya ada dua nama yang populer di atas yang lain. Achmad Purnomo 94,5 persen dan Gibran 82,3 persen, sisanya semua di bawah 50 persen,” kata Rico dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Senin (16/12).

Adapun nama-nama lain yang muncul dalam survei popularitas tersebut adalah Ketua DPRD Solo Teguh Prakosa, peraih suara terbanyak Pemilu 2019 Dinar Retna Indrasari, dan cucu Presiden RI pertama Sukarno, Paundrakarna Sukmaputra.

Tak hanya dari sisi popularitas semata, dari sisi elektabilitas atau keterpilihan pun, ternyata Gibran juga masih kalah dari Purnomo. Bahkan Achmad Purnomo yang masih mengantongi dukungan dari DPC PDIP Solo tersebut jauh meninggalkan Gibran dengan meraih 45 persen elektabilitas. Sementara putra sulung Jokowi yang ngoto mencalonkan diri tersebut hanya mendapat 24,5 persen.

“Dua orang saja sementara ini, yaitu petahana dengan elektabilitas 45 persen. Kemudian Gibran sementara tokoh-tokoh lainnya sampai saat ini belum cukup signifikan,” katanya.

Alasan para pemilih yang dikemukakan dalam survei ini juga sangat rasional. Menurut mereka Purnomo merupakan seorang petahana yang terlatih, merakyat, dan belum ada calon lain. Sementara alasan pemilihan Gibran hanyalah karena dia muda, pengusaha kreatif, dan anak Jokowi semata.

Survei yang digelar Median tersebut melibatkan 800 responden yang mewakili warga Solo pemilik hak pilih nanti di Pilwalkot 2020. Survei tersebut menggunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang dari 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. |WAW