Pemilihan PM Baru Lebanon Ditunda

0
496
Perdana Menteri Saad Hariri di Baabda, Lebanon, 7 November 2019. (reuters/Foto: dok).

Presiden Lebanon, Senin (16/12) menunda konsultasi untuk memilih perdana menteri baru, setelah berlangsungnya demonstrasi jalankan berminggu-minggu, yang mengakibatkan puluhan orang luka-luka dalam bentrokan dengan polisi. Pemerintah meletakkan jabatan tanggal 29 Oktober ditengah berkecamuknya demonstrasi menuntut dihapuskannya kelompok politik yang dianggap korup dan tidak becus.

Presiden Michel Aoun, Senin (16/12) sepakat atas permintaan Perdana Menteri Saad Hariri untuk menunda konsultasi dengan DPR sampai tanggal 18 Desember.

Ini bukan pertama kalinya perundingan tertunda. Konsultasi itu sebelumnya dijadwalkan akan dilakukan tanggal 9 Desember lalu.

Sejumlah nama calon perdana menteri muncul belakangan ini, tapi persaingan antara partai-partai politik mengakibatkan gagalnya dicapai kata sepakat siapa yang akan menjadi perdana menteri baru.

Pembentukan kabinet bisa berlangsung berbulan-bulan, kalau melihat bahwa Hariri sebelum ini membutuhkan hampir sembilan bulan untuk mencapai kata sepakat dengan semua pihak yang terkait.

Untuk mempertahankan keseimbangan yang rapuh antara berbagai kelompok agama di Lebanon, jabatan perdana menteri disepakati akan selalu dipegang oleh seorang tokoh Islam Sunni.

Permulaan bulan ini, kelompok Islam Sunni memberikan dukungan penuh bagi kembalinya Hariri, yang mengakibatkan kemarahan para penentangnya yang menuntut supaya kabinet terdiri dari orang-orang yang ahli dalam bidangnya.

Kelompok Syiah Hezbollah yang kuat, dan pemain penting dalam pemilihan menteri dalam pemerintahan yang akan habis masa jabatannya, telah menepiskan usul pembentukan kabinet yang sepenuhnya beranggotakan teknokrat.

Kepala Hezbollah, Hassan Nasrallah, Jumat (13/12) mengatakan ia akan mendukung “pemerintah yang bersifat kemitraan nasional,” yang mewakili semua kelompok secara luas, dan tidak mengesampingkan kelompok manapun.

Perdana menteri yang baru biasanya dipilih sebelum adanya konsultasi DPR yang simbolis, tapi kata Nasrallah, kelompok-kelompok dalam DPR belum sepakat tentang siapa yang akan dipilih.

Penundaan ini terjadi satu hari setelah terjadi bentrokan dekat gedung DPR antara para pengunjuk rasa dan polisi, kendati adanya keperluan mendesak supaya pemerintah menyelesaikan krisis ekonomi, termasuk krisis likuiditas mata uang dollar.

Masyarakat internasional mendesak agar kabinet baru segera dibentuk untuk menjalankan pembaharuan ekonomi yang penting supaya bantuan internasional bisa masuk karena perekonomian Lebanon sedang meluncur kearah kehancuran.

Ketua DPR Nabih Berri, yang sangat dibenci banyak demonstran memperingatkan hari Senin akan munculnya risiko kelaparan, kalau krisis terus berlanjut. | [ii/jm]VOA