Gara-Gara Masuk Seteru, Grab dan Gojek pun Bersatu

0
996
Foto: maxim. (IG: maxim)

JAKARTASATU.COM – Kekisruhan kembali terjadi di industri ojek online (online) yang tengah berkembang di Indonesia. Penyebabnya masih seperti yang dulu-dulu, yaitu perang harga. Biang kerok kekisruhan kali ini dilakukan oleh Maxim. Sebuah taksi online asal Rusia yang berani melakukan aksi tarif yang boleh dibilang terlalu berani.

Bagaimana tidak, perusahaan asal Rusia yang berdiri sejak 2003 di kota Chardinsk, Pegunungan Ural tersebut berani mematok tarif yang sangat jauh lebih murah dibandingkan Gojek maupun Grab.

Adapun tarif yang ditetapkan oleh Maxim sangat minimum yaitu Rp 2.000-3.000, jauh di bawah Permenhub nomor 12 Tahun 2019. Otomatis dengan tarif semurah itu yang ditetapkan Maxim, maka banyak pelanggan mitra Gojek maupun Grab yang pindah dengan alasan sangat lebih murah.

Sementara itu tarif rata-rata Grab dan Gojek telah berkisar antara Rp 7.000-10.000, atau sesuai dengan ketentuan Permenhub. Tak hanya itu, Maxim juga menetapkan tarif minimalnya Rp 1.850 per kilometer, dengan tarif batas atasnya Rp 2.300 per kilometer, yang sesungguhnya masih sesuai dengan aturan. Bedanya di penetapan per empat kilometer awal yang ditetapkan Maxim Rp 3.000 kalau di Gojek dan Grab Rp 7.000-10.000.

Merasa gerah, akibatnya para driver dari Gran dan Gojek bersatu dan bersama-sama menggeruduk kantor Maxim yang ada di Solo.

“Kami datang untuk mempertanyakan adanya ojek Maxim di Solo, padahal izinnya belum ada. Tarifnya pun tidak sesuai Permenhub,” ujar juru bicara Gojek, Bambang Wijanarko, di kantor Dishub Surakarta, Jumat (20/12/2019).

Mereka memberi ultimatum kepada Maxim dengan memberikan batas waktu 2-3 hari untuk penyesuaian tarif.

Ojol Maxim mulai ikut meramaikan bisnis ojol di Indonesia/IST

Boleh jadi terbawa oleh karakter asal Maxim dari Rusia yang terkenal keras Kepala, pihak Maxim pun justru menyayangkan aksi yang dilakukan oleh driver Gojek dan Grab tersebut. Dengan enteng humas Maxim Maria Pukhova mengatakan pihaknya membuka diri untuk para driver dari ojol lain untuk bergabung.

“Para pengemudi ojol dari kompetitor yang melakukan aksi protes sebenarnya dapat mendaftar dan bekerja bersama kami,” ujarnya memberikan tawaran.

Bahkan menurut Maria, para driver bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar bila bergabung dengan Maxim. Dengan begitu, maka menurut Maria tidak perlu ada aksi-aksi yang merugikan banyak pihak serta meresahkan masyarakat.

Lebih lanjut, Maria Pukhova menyebut aksi yang dilakukan driver Grab dan Gojek tersebut justru merupakan intimidasi yang tidak dibenarkan secara hukum.

“Aksi protes yang mengarah kepada kekerasan, intimidasi sampai persekusi sama sekali tidak dibenarkan,” tegas Maria.

Sampai sekarang pihak Maxim masih bersikeras bahwa tarif mereka telah dikalkulasikan berdasarkan upah pendapatan daerah yang berlaku. Maria menegaskan bahwa tarif dari Maxim menjadi keuntungan bersama terutama untuk pengemudi ojol karena order mereka akan menjadi lebih banyak, dan penghasilan akan bertambah.

“Sehingga kami berusaha membantu baik pelanggan maupun pengemudi ojol mendapatkan layanan yang murah dan ramah di kantong,” pungkasnya bersikeras.|WAW