Cafe Tengah Sungai di Kota Bandung

0
2161
foto istimewa

JAKARTASATU.COM – Wali Kota Bandung Oded M Danial meresmikan sebuah Cafe di tengah sungai di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung, Sabtu (21/12/2019).

Oded mengatakan, untuk pertama kalinya di Indonesia, ada kafe yang hadir di tengah-tengah sungai. Sesuai namanya ‘Cafe Walungan’ yang berarti kafe sungai berada di anak Sungai Citepus tepatnya di kawasan Pagarsih, Kota Bandung.

“Alhmdulillah kita meresmikan satu dari 41 sungai yang melintasi Kota Bandung yaitu sungai anak kali Citepus, dan kita resmikan ‘Cafe Walungan’,” ujar Oded.

Oded berharap dengan adanya ‘Cafe Walungan’ tersebut bisa menjadi spirit bagi warga sekitar untuk membentuk karakter mereka berbudaya terutama budaya cinta lingkungan, budaya bersih lingkungan.

“Saya berharap tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai apalagi tinja,” harap Oded.

Jelas Oded, pembangunan ‘Cafe Walungan’ itu bukan hanya untuk aspek keamanan banjir tetapi juga kenyamanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat terutama kebahagiaan.

Tidak hanya di kawasan Pagarsih, berharap, konsep serupa bisa diterapkan di sungai yang lain di Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, pembangunan kawasan tersebut seluruh menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung.  Untuk Biocord sekitar Rp196 juta, pembangunan Walungan Cafe Rp195 juta. Sedangkan tamannya sekitar Rp146 juta. Total mencapai Rp550 juta.

Didi menjelaskan, aliran air yang jernih di sungai babakan irigasi ini merupakan hasil penyaringan menggunakan Biocord. Yakni sebuah teknologi instalasi yang didatangkan dari Jepang untuk mengubah air sungai kotor dan berbau.

Pemilihan lokasi di Babakan Irigasi karena debit aliran air di sungai ini bisa diatur, sehingga bisa diseauaikan dengan Biocord. Setelah pembuatan ini DPU juga akan terus mengedukasi masyarakat agar memelihara sekitar area Biocord.

Instalasi Biocord dipasang di bagian hulu sepanjang 15 meter. Kemudian air sungai yang jernih mengaliri area buatan DPU sepanjang 42 meter yang terdiri dari kolam cetek setinggi betis orang dewasa.

“Jadi namanya itu Biocord, teknologi dari Jepang. Itu kaya rumah mikroba kena air ditambah udara aktif, nanti aktifnya itu tiga minggu,” pungkasrnya.*| HER- Biro Jabar