Paspampres yang Todong Pistol Pengawal PM Israel Itu Kini Jadi Penasehat Prabowo

0
2655

JAKARTASATU.COM – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah mengangkat Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menjadi penasihat khususnya.

Sjafrie dipercaya untuk menjadi Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-lembaga.

Disamping berbagai kapasitasnya yang mumpuni dalam bidang pertahanan –termasuk menjadi Wamenhan dan Sekjen Kemenhan, Sjafrie memiliki pengalaman unik hingga dimuat di buku ‘Warisan (daripada) Soeharto’ yang diterbitkan Kompas tahun 2008.

Disebutkan di buku itu, Sjafrie Sjamsoeddin yang saat itu menjadi anggota Paspampres Soeharto pernah menodongkan senjata pada pengawal PM Israel.

Ceritanya pada 22 Oktober 1995, Presiden Soeharto menginap di Hotel Waldorf Towers lantai 41 di kamar presidential suite untuk menghadiri acara PBB.

Ketika itu, Pak Harto tengah menduduki posisi yang sangat berpengaruh bagi anggota-anggotanya yang mayoritas negara Timur Tengah yaitu menjabat sebagai ketua Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sebab itulah maka  Perdana Menteri (PM) Israel saat itu, Yitzak Rabin ingin menemui Pak Harto di hotel tempatnya menginap.

Dikawal oleh 4 pengawalnya yang berasal dari Pasukan Khusus Iseael Mossad, Rabin kemudian datang dan menyampaikan keinginannya untuk bertemu  dengan Pak Harto.

Namun karena cara mereka datang dan bertingkah nampak arogan serta tidak mematuhi protokoler standar keamanan, maka Sjafrie berserta 3 Paspampres lainnya, mencegat mereka sebelum masuk lift.

Akhirnya setelah mengutarakan niatnya, Rabin beserta para personel Mossad itupun diperbolehkan menemui Soeharto dan dikawal oleh Paspampres.

Saat itulah tiba-tiba terjadi insiden yang menegangkan. Dengan pongah para pengawal Rabin tidak mau satu lift bersama Sjafrie dan personel Paspampres lainnya.

Mereka menaruh syak wasangka pada Paspampres, sehingga menolak satu lift bersama Sjafrie dan personel Paspampres lain

Padahal sesuai protokol, Paspampres ini telah dikenlkan sebagai Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) PBB yang artinya mereka memang personel resmi pengamanan Presiden Soeharto.

Akhirnya terjadilah adu mulut sengit antara Sjafrie dengan kepala pengawal Perdana Menteri Israel yang notabene jebolan Mossad tersebut karena dianggap melanggar protokol keamanan Paspampres.

Seperti dalam film-film, dengan gerakan refleks yang sangat cepat, pengawal Rabin tiba-tiba sudah mengeluarkan senapan otomatis Uzi dari balik jasnya

Dia hendak menempelkan moncong senapan mungil tapi mematikan itu ke perut Sjafrie dan leher Sjafrie juga dicengkeram dengan keras.

Namun siapa sangka, Sjafrie tak kalah gesit. Sekejab dia sudah menempelkan terlebih dahulu pistol Barretanya ke perut pengawal itu.

Sontak momen menegangkan itu membuat Perdana Menteri Yitzak Rabin cemas, apalagi dua personel Paspampres lainnya juga sudah siap dengan senjatanya masing-masing.

“Sorry I understand it,” akhirnya ujaran maaf terlontar dari mulut pengawal Rabin yang menyadari kesalahan dan arogansinya. Karena itulah maka perlahan keadaan kembali mereda setelah pengawal Rabin perlahan-lahan menurunkan senjata mereka.

Setelah itu maka Yitzak Rabin dan pengawalnya mau tidak mau harus mentaati protokol kemanan Paspampres yang telah ditetapkan.

Mereka kemudian dikawal menemui Soeharto meskipun Yitzak Rabin harus rela menunggu 15 menit.

Kini Jenderal yang cekatan dan berani itu telah dipercaya Menhan Prabowo Subianto untuk menjadi penasehatnya.
Semoga mereka mampu membangun pertahanan Indonesia semakin tangguh dan disegani dunia. |WAW