Selamat Tahun Baru, Inilah Harga Rokok Baru yang Naik 35 Persen

0
887
SPG sebuah produk rokok tengah menawarkan jualannya ke konsumen/IST

JAKARTASATU.COM – Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, September 2019 lalu, seiring dengan langkah kita menapaki tahun baru 2020 sekarang, maka resmi sudah per 1 Januari 2020 ini cukai rokok dinaikkan.

Seiring tahun baru 2020 ini, tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen telah resmi ditetapkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Dampaknya otomatis pasti ada kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen.

Aksi SPG Rokok/IST

Kenaikan harga rokok sejalan dengan aturan pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang berlaku sejak 1 Januari 2020 sekarang. Aturan tentang ini, tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Adapun rincian, rata-rata kenaikan tarif CHT tahun 2020 ini adalah sebesar 21,55 persen. Tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen. Kemudian Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84 persen.

Adapun yang tidak mengalami kenaikan tarif cukai adalah jenis produk tembakau seperti tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu.

Karenanya selamat tahun baru 2020. Mari kita sambut harga baru rokok yang bisa jadi mencapai Rp.30 ribu perbungkusnya sejak hari ini 1 Januari 2020, jika dihitung berdasarkan kenaikan cukai rokok tersebut. Sedangkan harga pastinya dari rokok yang Anda suka, silahkan dicek langsung di toko yang ada di sekitar Anda. |WAW-JAKSAT