Rencana Bantuan Banjir dari Belanda, Belajar dari Pengalaman Lama

0
651
Banjir besar di Belanda pada 31 Januari 1953 lampau/IST

JAKARTASATU.COM – Bertepatan dengan pergantian tahun 2019 dengan tahun baru 2020 atau tahun tikus, Indonesia mendapatkan hadiah istimewa dari alam. Beberapa wilayah Jabodetabek, tertimpa banjir yang cukup besar. Bahkan konon banjir yang menimpa ibu kota DKI Jakarta (1/1/2020) kali ini dianggap sebagai bencana banjir terbesar sepanjang sejarah Jakarta.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seperti kebetulan saja, setelah di awal tahun 2020 ini pemerintah Indonesia dibuat kewalahan oleh bencana banjir, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda akan melakukan kenegeraan kunjungan ke Indonesia, tepatnya pada 9 Maret 2020 mendatang. Memang, rencana kunjungan tersebut adalah atas undangan dari Presiden Joko Widodo, seperti dilansir dari laman Royal House of The Netherlands, sejak Selasa (24/12/2019) lalu.

Kunjungan tersebut selain menegaskan akan adanya hubungan dekat dan luas antara kedua negara. Tema panduannya adalah kerja sama berorientasi masa depan di bidang pertanian, kesehatan, teknologi perlindungan pantai dan maritim, dan ekonomi sirkuler serta teknologi air.

Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima akan datang berkujung ke Indonesia bersama TIM penasehat maupun Delegasi Dagang dari Belanda. Nah salah satu yang penting terkait kujungan tersebut yaitu akan dibahasnya bantuan dari Belanda untuk mengatasi masalah banjir di Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa sampai saat ini belum ada negara lain selain Belanda yang memiliki kemampuan sedemikian piawainya dalam hal mengatasi masalah banjir. Maklum mereka sendiri telah ditempa oleh pengalaman berharga dimana pernah mengalami bencana banjir besar di masa lalu.

Tepatnya yaitu pada 31 Januari 1953 lampau, dimana bendungan di sekitar Zuid Holland pecah sehingga menimbulkan bencana banjir yang sangat besar di negeri Belanda. Pada waktu itu tercatat ada sekitar 1800 orang yang menjadi korban dan kehilangan nyawa mereka. Ada lebih dari sekitar 75.000 orang yang kehilangan tempat tinggal dan 200.000 hektar lahan mengalami rusak karena banjir tersebut.

Dan peristiwa itu pun tercatat sebagai sebuah bencana alam banjir terbesar dalam sejarah yang pernah di alami sendiri oleh Belanda.

Semoga saja bantuan, masukan dan saran dari tim Belanda tersebut nantinya bisa mengentaskan Indonesia dari ancaman bencana bajir yang terus menerus mendera tanpa pernah bisa kita atasi secara paripurna. |WAW-JAKSAT