Belum Terang Kasus Jiwasraya, Terbitlah Skandal Gelap Asabri Mencapai 10 Triliun

0
361
Pelayanan di Asabri/IST

JAKARTASATU.COM – Jauh api daripada panggang, kira-kira itulah kondisi yang cocok untuk menggambarkan skandal keuangan di perusahaan asuransi Jiwasraya yang hingga saat ini belum juga menunjukkan tiitk-titik yang terang.

Meskipun beberapa instansi pemerintah telah dilibatkan mulai dari Kejaksaan Agung (Kejagung), BPK, Departemen Keuangan, OJK,

Kementerian BUMN dan lembaga-lembaga pemerintahan yang terkait lainnya, namun penyelesaian dugaan korupsi di Jiwasraya tersebut masih tersaput kabut.

Sedihnya, belum juga habis rasa keprihatinan kita terhadap kondisi negeri ini, tiba-tiba menyeruak lagi kasus baru yang juga tak kalah kacaunya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan ada skandal di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang menurutnya tidak kalah fantastisnya jika dibandingkan dengan skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan kerugian keuangan negara puluhan triliun.

Menurut Mahfud dirinya mendapat laporan bahwa dugaan korupsi di Asabri tersebut di atas Rp 10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI.

“Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp 10 triliun itu,” kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Asabri itu punyanya orang kecil. Itu punyanya prajurit. Polisi, tentara yang pensiun-pensiun yang pangkatnya kecil. Itu kan banyak yang nggak punya rumah, nggak bisa keluar,” sambung Mahfud.

Karena itulah Mahfud segera melakukan serangkaian langkah strategis. Salah satunya memanggil beberapa menteri antara lain Erick Thohir dan Sri Mulyani selaku Menteri BUMN dan Menteri Keuangan. Kepada mereka, Mahfud menegaskan tidak boleh toleran terhadap korupsi.

Namun hingga saat ini, Menteri BUMN Erick Thohir belum mau banyak komentar mengenai menurunnya portofolio saham milik PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( Asabri) yang menurun hingga sebesar 90 persen.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI belum mengeluarkan hasil audit apapun terkait Asabri. Berdasar alasan inilah dia belum bisa banyak berkomentar mengenai masalah yang membelit Asabri.

Apakah merosotnya portofolio Asabri tersebut disebabkan hal yang sama dengan Jiwasraya yaitu saham gorengan atau karena hal lainnya? Silahkan Anda tebak jawabannya. |WAW- JAKSAT.