Disebut Dipersembahkan Untuk Dunia, Tanpa Malu-malu, Istana Akui Undang Negara Lain Untuk Bangun IKN

0
768
Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed bertemu di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (13/1/2020) malam. (Biro Pers Istana)

JAKARTASATU.COM – Ditengah celetukan bahwa pembangunan Ibukota Negara Baru (IKN) baru tengah diobral murah,  Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman pun akhirnya secara terbuka mengakui bahwa pemerintah akan memfasilitasi negara lain yang ingin ikut berinvestasi membangun IKN baru Indonesia di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tersebut.

Bahkan Fadjroel menyebut banyak negara yang sudah berminat membantu Indonesia membangun ibu kota baru, seperti Korea Selatan, Jepang, dan terakhir yang terbaru Uni Emirat Arab (UAE).

“Dalam hal ini gagasan Pak Jokowi ke arah sana. Jadi pemerintah akan menjadi (fasilitator) karena ingin menjadikan ibu kota baru persembahan Indonesia kepada dunia,” terang Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1).

Lebih lanjut Fadjroel menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang berharap agar semua keunggulan dari masing-masing negara tersebut bisa dihadirkan di ibu kota baru pengganti DKI Jakarta ini. Menurut Fadjroel, Jokowi, ingin negara lain ikut membantu dalam membangun infrastruktur, teknologi, hingga konservasi lingkungan di ibu kota baru.

“Dengan pertemuan di Abu Dhabi, Presiden juga menyampaikan dan mengundang semua negara manapun baik dari UEA, Korsel, Jepang, China, Eropa atau manapun untuk bekerja sama membangun ibu kota baru,” ujarnya.

Sebagai kelanjutan dari niat itulah maka Jokowi pun meminta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) untuk menjadi dewan pengarah dalam membangun ibu kota baru itu. Alasannya adalah Jokowi ingin melibatkan semua pihak dalam pembangunan ibu kota baru yang digagasnya tersebut.

Tentu saja gagasan Jokowi untuk mengundang peran serta negara-negara lain tersebut tak luput dari kritik pedas dari berbagai kalangan. Pasalnya yang dibangun kali ini adalah Ibu Kota Negara. Daerah terpenting dan paling bermakna bagi sebuah Negara yang seharusnya penuh dengan keunggulan yang dimiliki bangsa itu sendiri serta keunikan-keunikan yang menjadi ciri khas bangsa tersebut.

Ada juga kalangan masyarakat yang menilai bahwa mungkin Jokowi lupa, bahwa yang akan dibangunnya kali ini adalah Ibu Kota Negara. Bukan kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mungkin harus menggabungkan keunggulan dari banyak Negara yang ada di seluruh dunia. IKN baru yang dirancang adalah untuk Ibu Kota Indonesia. Sudah sepantasnya IKN ini menyimpan rahasia bangsa disamping berbagai keunggulan, keunikan, kerja keras dan mencerminkan kemandirian yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri seperti yang dicita-citakan dalam Proklamasi dan UUD 1945. |WAW-JAKSAT.