Pasca di Tetapkan UNESCO, Bangun Akademi Pencak Silat Indonesia

1
1674
Ngadu Bako/ Diskusi Pencak Silat Indonesia- Maspi (18/1/2020)

JAKARTASATU.COM – UNESCO telah menatepan Tradisi Pencak Silat sebagai warisan tak benda di dunia dari Indonesia tertanggal 12 Desember 2019. Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) sebagai salah satu pengusul menyambut gembira atas penetapan tersebut.

Menindak lanjuti penetapan UNESCO, Maspi gelar kegiatan rutinnya “Ngadu Bako” (Diskusi) Pencak Silat Indonesia, Sabtu (18/1/2020) di Gedung  Mayang Sunda Kota Bandung. Kegiatan kerjasama dengan Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) dan sekaligus momen peringatan hari jadi Maspi ke 10 tahun ini dihadiri berbagai perguruan dan tokoh pencak silat Jawa Barat, Jakarta, Banten dan Jawa Timur.

Selain terus melakukan tradisi berdiskusi, hal yang tidak pernah dilawatkan dalam kegiatan Maspi tersebut adalah memberi kesempatan kepada perguruan pencak silat untuk mepersetasikan dalam bentuk pertunjukan juga pemaparan sejarah, kosep dan aliran pencak silat yang digelutinya.

Wahdat MY salah seorang pendiri Maspi dalam mengantar ngadu bako (diskusi) menyebutkan, diakuinya Pencak Silat sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia oleh UNESCO merupakan buah kerjasama dan kerja keras para pelaku pencak silat, perguruan pencak silat, pemerhati, peneliti, media dan pemerintah Indonesia.

“Tantangan ke depan setelah ditetapkan terbilang cukup berat dibanding sebelumnya, karena kita harus mempertanggungjawabkan terhadap apa yang telah ditetapkan. Kita harus memicu mativasi kita agar penghargaan ini tidak pindah ke tangan yang lain dan  memungkinkan pindah atau dicabut jika hasil evaluasi dari UNECO di beberapa tahun ke depan kita tidak melakukan hal yang signifikan untuk pencak silat,” ungkap Wahdat.

Jelas Wahdat, untuk itu para pelaku pencak silat, parguruan pencak silat, asisiasi pencak silat dan siapapun yang peduli pada pencak silat, bersama pemerintah daerah dan pusat harus selamanya bergandeng tangan menyatukan niat dan bergerak berbasama memajukan pencak silat dengan berbagai aktifitas. Semangatnya jangan samapai pada persiapan penetapan semata. Tapi semangat itu harus selamanya bergelora sehingga pencak silat Indonesia benar-benar membumi di Indonesia.

Ketua Umum Astrabi, Anwar Al Batawi dalam diskusi mengatakan, pasca ditepakan Tradisi Pencak Silat sebagai warisan tak benda di dunia dari Indonesia diaharpakan para pelaku pencak silat Indonesia tidak merasa puas sampai pada rasa bangga. Namun harus semakin masif menguatkan pencak silat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia.

“Tindak lanjuti penetapan itu, kami mengusulkan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI agar pencak silat masuk pada kurikulum pindidikan sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah di seluruh pelosok di Indonesia,” tegas Anwar.

Tambah Anwar, untuk menyaiapkan tenaga pengajarnya mensti dibangun pula lemabaga sartifikasi untuk memberi sertifikat kelayakan mengajar. Di Jakarta lewat Astrabi memulai melakukan, ia pun berharap paling tidak untuk waktu dekat ini dilakukan di Jawa Barat dan Banten, kemudian daerah lain pasti mengikutinya. Peran Maspi untuk itu sangat mumungkinkan.

Menurur Anwar, disamping itu parguruan-perguruan pencak silat agar terus memperbanyak kegiatan dimasing-masing perguruanya juga membuat kegiatan-kegiatan festival pencak silat tingkat daerah.

Sebagaimana yang diusulkan Ketua Umum Astrabi, Maspi juga sedang mempersiapkan rencana kerja (renja) dalam 5 tahun ke depan. Renja ini akan diusulkan atau sebagai rekomendasi Maspi kepada pemeritah daerah melalui Walikota/Bupati, Gubernur dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kementerian terkait lainnya.

Beberapa renja Maspi dalam periode tahun 2020 sampai dengan 2025, diantaranya;

  1. Mendorong perguruan-perguruan pencak silat untuk terus melakukan pewarisan pencak silat dengan melakukan inovasi dalam pemajuan pencak silat Indonesia.
  2. Mengusulkan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar pencak silat Indonesia menjadi mata pelajaran di sekolah dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah dan pesanten di Indonesia.
  3. Bersama asosiasi-asosiasi pencak silat dan permerintah membuat lembaga sertifikasi Pencak Silat untuk para pendidik atau tenaga ahli pencak silat sehingga para pelaku pencak silat dari perguruan-perguruan pencak Silat bisa disalurkan menjadi tenaga pendidik dan tenaga alhi baik di sekolah atau intantasi lain di Indonesia juga di mancanegara.
  4. Mendorong juga melakukan kegiatan Festival Pencak Silat baik tingkat daerah, nasionan dan Internasional.
  5. Bersama asosiasi-asosiasi dan perguruan pencak silat mewujudkan dan mengusulkan pada pemerintah daerah/pusat mendirikan Akademi Pencak Silat Indonesia.
  6. Mondorong perguruan tingggi berbasis budaya dan olah raga, serta mengusulkan pada kementerian terkait untuk membuka Progam Pendidikan (Prodi) Pencak Silat Indonesia.

Hal itu penting dilakukan agar Pencak Silat Indonesia menjadi lebih nyata adanya, menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia, dan tidak sekedar terdaptar di UNESCO.*l HER-JAKSAT

Facebook Comments