Bos Asabri Berang, Menko Polhukam Mahfud MD Bisa Ditantang ke Pengadilan

0
683
Direktur Utama PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Letjen TNI (purn) Sonny Widjaja memberikan keterangan di Gedung Asabri, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Asabri membantah tudingan korupsi yang dialamatkan kepada perusahaan tersebut serta akan menempuh jalur hukum menuntut pihak-pihak yang mengakibatkan kegaduhan/IST

JAKARTASATU.COM – Direktur Utama PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Sonny Widjaja meminta semua pihak tak asal bicara mengenai kondisi perseroannya.

Dia berharap pihak-pihak yang memberi pernyataan terkait Asabri harus sesuai data dan fakta.

“Kepada pihak-pihak yang ingin berbicara tentang Asabri harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi, hentikan pendapat membicarakan yang cenderung tendensius dan menjurus negatif yang mengakibatkan kegaduhan,” ujar Sonny di Jakarta.

Bahkan, Sonny mengancam akan mengambil tindakan hukum kepada pihak-pihak yang melontarkan pernyataan tidak benar terkait perusahaan asuransi pelat merah itu.

“Jika hal ini terus berlangsung, maka dengan sangat menyesal, saya akan menempuh jalur hukum. Mari kita sama-sama berpikir jernih dan positif. Terima kasih,” kata Sonny.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD sempat mengatakan bahwa ada indikasi korupsi di Asabri dengan total nilai kerugian mencapai Rp 10 triliun.

Menanggapi keberangan bos Asabri tersebut akhirnya Mahfud pun mengklarifikasi ucapannya.

Meskipun ditantang untuk membuktikan kebenaran tuduhannya, Mahfud mengatakan bahwa pihaknya tidak berusaha mencari bukti-bukti dari dugaan yang dilontarkannya beberapa waktu lalu.

Hanya saja Mahfud mengaku mendapatkan bisikan dari sumber-sumber yang dianggapnya kompeten.

“Polhukam tidak berusaha mencari itu, tapi mendapat laporan dan informasi dari sumber-sumber yang kompeten,” tuturnya.

Bahkan Mahfud berkeras kepala tetap tak bergeming dan tak menarik pernyataannya yang dianggap mendeskreditkan Asabri. Mahfud pun juga menanggapi santai terkait munculnya pernyataan bernada ancaman yang dilontarkan pihak Asabri.

Akankah pihak Asabri benar-benar akan membuktikan tantangannya dan menuntut Mahfud karena tidak bisa memberikan bukti dari ucapannya? Ataukah ucapan bos Asabri itu sekedar respon emosional untuk menutupi ketakutan yang menderanya?

Semoga saja pemerintah segera mampu membuat terang masalah ini.| WAW-JAKSAT