Edit Foto Dramatik Aksi Pelajar STM di Demo #ReformasiDikorupsi, Iklan Nasdem Dikecam Tidak Beretika

0
1225
Iklan yang merubah foto pelajar STM Lutfi Alfiandi pada Aksi Demonstrasi "ReformasiDikorupsi (ilustrasi)/IST

JAKARTASATU.COM – Baru-baru ini viral di berbagai platform media sosial foto editan pelajar STM/SMK Lutfi Alfiandi, seorang demontran di aksi #ReformasiDikorupsi, yang membawa bendera merah putih di tengah serbuan semburat gas air mata yang menyelubunginya di Gedung DPR pada September 2019.

Dengan begitu arogan dan beraninya, partai Nasional Demokrat mengedit bendera merah putih yang digenggam Lutfi Alfiandi menjadi bendera partai Nasdem.

Hasilnya, foto Lutfi Alfiandi yang mengenakan seragam putih abu-abu dibungkus sweater yang tengah menutupi wajahnya dengan bendera merah putih di tangannya tersebut menjadi memegang bendera Partai NasDem dengan aksi yang tetap sama. Lebih parahnya foto editan ini, tercetak di dalam kolom iklan sebuah halaman sebuah surat kabar dengan headline bertuliskan: ‘Nurani untuk Negeri’.

Iklan cetak ini juga dilengkapi denga ucapan “selamat dan sukses untuk nasdem day 2020, Rakorsus, dan Rapat Konsolisasi. Pada bodycopy di atas tertulis pesan, “Jangan Pikir Macam-Macam” serta Sub Bodycopy “loyalitas atas persahabatan tidak akan renggang hanya karena perbedaan politik dan status sosial. Persahabatan adalah pertautan nurani dalam keadaan apapun #katanone”.

Sontak netizen pun langsung melontarkan kecaman pedas dan beragam sentimen negative lainnya terhadap partai yang kelahirannya dinisiasi oleh Surya Paloh tersebut.

Hasil editan foto Lutfi Alfiandi yang menjadi promo partai Nasdem tersebut terkuak ketika awalnya diunggah oleh akun @panca66 (27/1/2020). Dalam postingannya @panca66 melengkapi unggahan foto tersebut dengan tulisan, “NasDem mengedit foto Lutfi untuk iklannya. Saya rasa foto ini ada fotografernya yang motret. Apakah sudah minta izin? Secara NasDem partai yang nggak peduli nasib Lutfi tapi memanfaatkan fotonya untuk promosi @taufikbasari.”

Keprihatinan netizen tersebut tentunya sangat beralasan, karena saat ini Lutfi tengah menghadapi proses hukum dan ancaman hukuman yang tidak ringan. Kejengahan netizen juga dipicu bahwa selama ini foto Lutfi tersebut sering diasosiasikan sebagai lambang perlawanan yang sangat dramatic sehingga kemudian dijadikan ikon aksi #ReformasiDikorupsi tersebut.

Seorang netizen dengan akun @berlianidris mengomentari, “Partai@nasDem ysh, sungguh tidak pantas Anda mengganti sang Merah Putih yang dibawa adinda Lutfi Alfiandi (LA) dengan bendera partai Anda, untuk iklan acara Anda. Terlebih lagi, LA ditangkap, kmdn ditahan & ditengarai disiksa, saat demo menolak RUU KPK yang Anda dukung.

Foto asli Lutfi Alfiandi yang jadi ikon perlawanan/IST

Akun @AksiLansung langsung me-mention akun @hariankompas dan @NasDem tentang kasus ini. Akhirnya akun @hariankompas mengonfirmasi bahwa foto tersebut adalah karya fotografer mereka yang berakun @merantauuu dari kompasdotcom.

Menanggapi polemik yang mengheboh tersebut, Ketua DPP Nasdem Willy Aditya menampik telah memasang iklan dengan menggunakan foto Dede Alfiandi alias Lutfi tersebut. “Sudah, sudah kita kasih tahu. Silakan kemudian kalau mau ada tuntutan ke yang bersangkutan, bukan ke partai,” ujarnya lepas tanggung jawab.

Lebih lanjut, Willy berani menegaskan bahwa pemasang iklan bukanlah pengurus ataupun kader Partai NasDem. Willy berpendapat tuntutan soal iklan itu akan salah alamat jika dilayangkan ke partainya.

“Itu namanya Ayu Tingting, salah alamat. NasDem partai yang menjunjung etika publik, apalagi NasDem menghormati media, menghormati hak cipta. Nggak mungkinlah NasDem aneh-aneh untuk hal seperti itu,” oloknya. Willy menegaskan bahwa si pemasang iklan adalah orang di luar Partai NasDem.

“Bukan, jadi dia orang yang mendaftar sebagai calon yang mendaftar Wali Kota Kota Makassar, tapi kita juga tidak mengusung dia karena kita mengusung Danny Pomanto. Jadi yang memasang iklan itu bukan Partai NasDem, tapi orang yang mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Partai NasDem,” jelas Willy. “Jadi di luar Partai NasdDem. Bukan fungsionaris, bukan pengurus, bukan kader NasdDem,” imbuhnya.

Namun Willy juga mengakui bahwa iklan tersebut memang dipasang seusai acara NasDem Day 2020 yang diselenggarakan di Sulawesi Selatan. Namun Willy sekali lagi ia menegaskan bahwa partainya tidak ada hubungan dengan si pemasang iklan.

“Jadi dalam hal ini clean and clear Partai NasDem tidak memiliki hubungan apa pun, baik yang memasang iklan, baik yang bersangkutan kader partai,” pungkasnya menegaskan. |WAW-JAKSAT