Penyiletan Penumpang TransJakarta di JPO Olimo, Kecelakaan atau Teror?

0
774
Novita, penumpang TransJakarta yang disilet orang tak dikenal di Halte Olimo, Tamansari, Jakarta Barat/IST

JAKARTASATU.COM – Bulan Januari 2020 sekarang, moda transportasi publik TransJakarta baru saja merayakan ulang tahunnya. Sejak dilahirkan pada 15 Januari 2004 lampau, kini TransJakarta telah menjadi salah satu alat transportasi unggulan warga ibukota.

Menerapkan Sistem Tranportasi Bus Rapid Transport (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan, TransJakarta yang mengadopsi sistem transportasi yang sama dengan Kota Bogota di Kolombia ini telah menuai beberapa penghargaan membanggakan.

MIsalnya pada bulan November 2019 kemarin, TransJakarta telah berhasil meraih anugerah terhormat ‘Honorable Mention‘ di ajang Sustainable Transport Award 2020 atau ajang penghargaan transportasi perkotaan tingkat dunia yang diumumkan di Fortaleza, Brazil. Kemudian pada Desember 2019 kemarin TransJakarta juga berhasil menyabet juara untuk Anugerah Revolusi Mental dalam kategori Badan Usaha Non Koperasi.

Teraktual, pada 14 Januari 2020 kemarin, berkat eksistensi TransJakarta, Pemprov DKI Jakarta berhasil menerima anugerah ‘Honorable Mention’ saat malam penganugerahan STA 2020 yang berlangsung di Walter E. Washington Convention Center, Washington DC, Amerika Serikat.

Pemprov DKI Jakarta dinilai telah sukses mengembangkan sistem Bus Rapid Transit (BRT), Transjakarta yang mampu menaikkan jumlah penumpang sampai 200 persen dalam waktu kurang dari 3 tahun saja.

Namun benar kata pepatah, taka da gading yang tak retak. Ditengah kegembiraan atas prestasi yang diraih, tiba-tiba citra TransJakarta dicoreng oleh ulah oknum yang melakukan teror kepada penumpang TransJakarta.

Minggu (26/1) kemarin, Novita, seorang penumpang TransJakarta diduga telah diserang dengan silet oleh orang tak dikenal di jembatan penyeberangan orang (JPO) Halte Olimo, Tamansari, Jakbar. Meski hanya merasa seperti ditepuk saja, ternyata setelah beberapa saat korban merasa terluka dan berdarah-darah hingga dibawa ke rumah sakit.

“Korban menceritakan seperti ditepuk pundaknya, dipegang. Semacam disentuhlah,” beber Kanit Reskrim Polsek Tamansari AKP Rango Siregar kepada wartawan di lokasi, Senin (27/1/2020).

Menurut keterangan Rango, korban tidak langsung merasakan kesakitan ketika diserang pelaku. Setelah beberapa saat ketika menuruni tangga JPO, barulah korban merasakan kesakitan

“Jadi korban juga nggak merasa bahwa itu ada luka. Ternyata pas nyampe bawah itu ada darah, makanya dia langsung buru-buru ke rumah sakit,” imbuhnya.

Korban kemudian dibantu warga ke rumah sakit. Korban sendiri saat ini sudah beraktivitas kembali. “Sekarang korban beraktivitas lagi, kerja,” pungkas Rango. |WAW-JAKSAT