Kuliner Bacem Kampret (Codot) di Gunung Kidul, Masih Diburu dan Justru Dijadikan Obat

0
1886
Daging kelelawar (kampret) yang biasa disebut Codot dijadikan bacem dan diburu pembeli di Gunung Kidul DI Yogyakarta /IST

JAKARTASATU.COM – Gara-gara heboh merebaknya wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona, maka kelelawar buah atau biasa disebut kampret menjadi tertuduh sebagai biang keladinya.

Namun lain ladang lain belalang, beda di Wuhan beda juga di Indonesia. Meski sudah viral bahwa kebiasaan masyarakat Wuhan yang suka menyantap sup kampret sebagai awal mula penyebaran virus corona kepada manusia, ternyata daging kelelawar di Gunung Kidul dan Manado tetap menjadi buruan penggemarnya.

Seperti yang dilansir kompas.com (29/1/2020), di Gunung Kidul DIY, puluhan ekor daging kelelawar masih diburu pembeli untuk digunakan sebagai obat.

Di desa Giriharjo kecamatan Panggang Gunung Kidul DIY, daging kelelawar dimasak sebagai bacem.

Konon hal tersebut sudah dilakukan sejak zaman nenek buyut mereka sejak puluhan tahun lampau.

Kampret yang di sana disebut sebagai Codot, didapatkan dari pemburu yang menangkapnya di sekitar pantai selatan Yogyakarta.

Pembeli bacem codot ini biasanya datang dari Magelang, Prambanan dan Bantul. Dipatok dengan harga Rp 7000,- untuk codot kecil dan Rp 15.000,- untuk yang besar, mereka percaya daging kampret ini bisa menyembuhkan asma, diabetes dan asam urat.

Bahkan maraknya kabar bahwa virus corona yang sekarang tengah menjadi teror dunia itu berasal dari kelelawar, sama sekali tidak mempengaruhi omset penjualan codot yang berjalan.

Mereka sangat yakin masakan kampret atau codot Gunung Kidul aman-aman saja karena telah dimasak dengan benar. |WAW-JAKSAT