Fadli Kecam Proposal Donald Trump

0
465

JAKARTASATU.COM– Di sesi konferensi ke-15 Parliamentary Union of Islamic Countries (PUIC) di Ouagadougou, Burkina Faso, Fadli Zon turut menyampaikan kecaman atas Proposal Donald Trump terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel. Proposal Palestina Trump terkait Palestina dinilai olehnya ugal-ugalan.

“Saya menilai kesepakatan tersebut menjustifikasi penjajahan Israel dan merusak masa depan pembentukan negara Palestina. Sangat jelas sekali proposal Trump itu meneguhkan pendudukan Israel atas wilayah Palestina,” kecamnya, Sabtu, 1 Februari 2020, di akun Twitter pribadinya, @fadlizon.

Proposal itu juga dinilainya semakin menegaskan keberpihakan Trump pada Israel yang sangat telanjang, sekalipun harus melabrak hukum dan norma-norma internasional terutama Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2334 yang mendesak Israel menghentikan pembangunan permukiman di tanah Palestina yang diduduki.

“Proposal Trump itu tidak cukup hanya dikecam tapi juga harus kita tolak. Sebagai negara dengan konstitusi yang menolak dan memerangi penjajahan, kita wajib melawan proposal AS itu. Proposal itu ilegal dan ugal-ugalan,” tegasnya.

Posisi kita (Indonesia) di Konferensi PUIC mendesak negara-negara Muslim dan dunia menekan Israel secara politik, ekonomi, sosial dan budaya agar tunduk kepada hukum dan norma internasional.

Pada sisi lain, proposal Trump itu merusak masa depan pembentukan negara Palestina yg berdaulat dgn ibu kota Yerusalem dan berdasarkan wilayah pra-1967.

“Mengakui proposal deal of century usulan Trump adalah kekeliruan. Proposal itu melabrak ‘garis merah’ hak-hak mendasar bangsa Palestina terutama hak legal mereka hidup di Tepi Barat yang dicaplok Israel dan hak atas Yerusalem sebagai Ibu Kota abadi negara Palestina,” jelasnya.

Isu Palestina adalah isu utama di PUIC. Seperti konferensi-konferensi sebelumnya, Konferensi Parlemen Negara-negara OKI di Burkina Faso juga mendapatkan perhatian penuh dari semua delegasi.

Peran DPR RI sendiri terkait Palestina sangat diakui PUIC. Jangan dilupakan bahwa DPR RI-lah yg mengusulkan dan kemudian diadopsi pembentukan Komisi Palestina di PUIC ketika Konferensi PUIC ke-7 di Palembang tahun 2012. RI-JAKSAT