Duet Maut Anies dan Sandi pada Pilpres 2024

0
1217
Sandiaga Uno dan Anies Baswedan/IST

OLEH: Tarmidzi Yusuf

Coba-coba doang. Sekedar ingin tahu. Kemana arah pilihan politik mantan pendukung Prabowo – Sandi untuk 2024.

Pooling hanya menyasar pendukung dan relawan Prabowo – Sandi. Pendukung Prabowo – Sandi otomatis pendukung Anies Baswedan.

Diakui terlalu dini menggelar pooling untuk 2024. Hal serupa juga sekarang sedang dilakukan oleh poolingkita.

Disamping masih lama. Politik di Indonesia  super dinamis. Susah ditebak. Dinamikanya sudah terasa dari sekarang sebagai imbas masih terbelahnya publik akibat Pilpres 2019 kemarin.

Hampir semua merespon tidak menghendaki Anies dan Sandi pecah kongsi. Mayoritas menginginkan Anies dan Sandi satu paket di Pilpres 2024.

Prediksi kuat Anies dan Sandi bakal memenangi kontestasi 2024 seandainya mereka sepaket. Siapapun lawan mereka mesti berpikir ulang untuk melawan duet maut ini.

Yang malu-malu kucing bakal maju Pilpres 2024 adalah Tito Karnavian sekarang Menteri Dalam Negeri. Jabatan Tito yang sangat strategis untuk membangun kekuatan politik menuju 2024.

Tito Karnavian sepertinya dipersiapkan oleh gerbong politik Jokowi dan LBP membangun kekuatan politik menjelang 2024. Kemungkinan partai besutan Surya Paloh, NasDem akan berada di gerbong Jokowi dan LBP mengusung Tito Karnavian melawan Anies Baswedan.

Sinyalemen ini sempat dilontarkan oleh Mahfud MD yang kini bergabung dalam gerbong politik Jokowi dan LBP ketika acara di Surabaya baru-baru ini. Duet Tito Karnavian dengan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur saat ini.

Walaupun paket Tito – Khofifah paket Jasuma (Jawa Sumatera) faktor partai pengusung menjadi salahsatu penentu. Mungkin saja NasDem mengajak PKB mengusung paket ini. Masalahnya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ngebet juga ingin maju. Kita tahu pada Pilpres 2019 Cak Imin berkeinginan kuat maju sebagai RI 2 tapi kandas.

Apakah Mahfud MD hanya test the water memunculkan paket Tito – Khofifah. Mahfud MD hanya melempar isu untuk mengukur respon publik terhadap Tito Karnavian. Tampaknya, respon publik pun dingin sedingin salju.

Publik khususnya ummat Islam paham betul bagaimana sepak terjang Tito selama menjabat Kapolri.

Beda halnya dengan Anies dan Sandi disamping populer juga punya pendukung fanatik. Bisa jadi Gerindra dan PKS bersekutu lagi bila koalisi  Gerindra dan PDIP gagal.

Apabila koalisi Gerindra – PDIP jadi terbentuk diprediksi Anies dan Sandi pecah kongsi. Tentu kita tidak mengharapkan ini terjadi. Kecuali PDIP rela mendukung duet Anies dan Sandi. Mungkinkah? Mungkin saja dalam politik.

Andaipun koalisi PDIP dan Gerindra terbentuk mengusung paket Sandi – Puan atau Sandi – BG tentu saja Pilpres 2024 akan diikuti lebih dari dua pasangan calon.

Mungkin saja PKS dan PAN mengusung Anies Baswedan melawan jago PDIP dan Gerindra, Sandi dan Puan Maharani atau Sandi – BG serta jago yang diusung koalisi NasDem dan Demokrat plus gerbong politik Jokowi dan LBP mengusung Tito Karnavian.

Kecil kemungkinan NasDem dan PDIP akan bersama-sama lagi. Kecuali ada perubahan mendasar di struktur kepemimpinan PDIP.

Disinilah peluang Anies dan Sandi bersama-sama lagi untuk maju bersama 2024.

Jakarta, 13 Jumadil Tsani 1441/7 Februari 2020