Hati-hati Ini Era Disruption, Gara-gara Kasus PSK di Padang, Profil Andre Rosiade Berubah di Wikipedia

0
835
ilustrasi kolase peran Andre Rosiade dalam penggerebekan PSK online di Padang/IST

JAKARTASATU.COM – Disruption Era memang luar biasa. Apa yang kita lakukan di dunia nyata, segera bisa mempengaruhi wajah kita di dunia maya dan social media. Salah langkah, bisa langsung jadi masalah. Terbukti dengan kasus yang menimpa anggota DPR Fraksi gerindra Andre Rosiade. Mendadak profil tentang dirinya di situs Wikipedia berubah. Entah bagaimana caranya, di laman Wikipedia berbahasa Indonesia ini, tiba-tiba ada bab khusus tentang skandal penjebakan pekerja seks komersial (PSK) di biodata pria asal Padang, Sumatra Barat (Sumbar) tersebut.

Perubahan informasi di Wikipedia Indonesia tersebut terjadi usai heboh aksi Andre Rosiade yang melakukan penjebakan PSK di salah satu hotel di Padang. Aksinya tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak mulai dari aktivis hingga netizen di media sosial. Untung di keterangan Wikipedia ini tidak muncul ejekan netizen yang mengatakan Andre sebagai “DPR rasa Satpol PP”.

Profile Wikipedia Indonesia Andre Rosiade/IST

Nampaknya Andre Rosiade pun belum sempat membetulkan perubahan yang terjadi pada profilnya di Wikipedia Indonesia tersebut. Terpantau sampai saat ini, Sabtu, 08/02/2020, pukul 7:15 WIB, tambahan informasi baru tersebut masih ada di profilnya.

Penasaran bagaimana isi info Wikipedia tersebut namun malas membukanya sendiri. Inilah kutipan info yang tertulis di laman profil Andre Rosiade pada Wikipedia Indonesia tersebut:

Pada 26 Januari 2020, Andre Rosiade bersama Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar melakukan penggerebekan praktik prostitusi online di sebuah hotel di Kota Padang.[7][8] Penggerebekan ini berujung pada penahanan seorang perempuan tunasusila berinisial NN oleh Polda Sumbar. Kabid Humas Polda Sumbar Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan bahwa praktik prostitusi online yang menyeret NN terungkap berkat informasi Andre Rosiade. Menurut keterangan polisi, Andre turut merencanakan penggerebekan,[9] dibuktikan dengan struk reservasi kamar tempat penggerebekan atas nama Andre Rosiade.[10][11] Namun, polisi merahasiakan identitas pria yang memesan dan bersama NN di kamar hotel.[12][13]

Dalam wawancara dengan Media Indonesia, Andre mengakui menjebak NN dalam penggerebekan, walaupun sebelumnya ia sempat membantah.[7] Andre menyatakan kalau aksi penjebakan tidak melanggar hukum karena bekerja sama dengan kepolisian. Sementara itu, tersangka NN merasa diperlakukan tidak layak lantaran digerebek dalam keadaan telanjang dan sempat disetubuhi oleh pria yang merupakan kliennya.[13][14] Pria tersebut diketahui adalah “orang suruhan” yang dibayar Andre untuk menjebak NN dengan tujuan membuktikan prostitusi online ada di Kota Padang.[11][15] Ketika struk reservasi kamar atas nama dirinya terkuak, Andre menyebutnya sebagai fitnah dari pihak hotel.[16] Namun, saat pihak hotel menantangnya menempuh jalur hukum, Andre mengelak.[17][18]

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menilai, NN dijadikan objek seksual untuk menunjukan kegagahan moralitas seseorang. Dalam hal ini, Andre menjadi polisi moral demi pencitraan politik. “Tujuannya bukan sungguh-sungguh mengatasi persoalan prostitusi sebetulnya, tapi lebih banyak untuk pencitraan seseorang,” ujar Mariana.[9] Komisioner Komnas Perempuan lainnya, Siti Aminah Tardi menyebut apa yang dilakukan Andre merupakan cara memalukan dan merendahkan martabat orang.[8][19][20]

 Jangan sampai kasus seperti Andre ini menimpa Anda. Salah beraksi di dunia nyata, jadi aib di dunia maya dan social media. |WAW-JAKSAT