Diajak Ikut Pameran Otomotif Bergengsi, Esemka Malah Bingung, Belum Percaya Diri Juga?

0
865
Kenangan ketika Presiden Jokowi ketika masih menjabat Walikota Solo berpose di atas Mobil Esemka/IST

JAKARTASATU.COM – Pajang produk di pameran otomotif merupakan salah satu strategi marketing dan promosi yang efektif dan efisien bagi penjualan produk-produk otomotif. Karena itu setiap penyelenggaraan ajang pameran otomotif yang digelar, beragam merek pabrikan otomotif tak bakal mensia-siakan kesempatan tersebut berlalu begitu saja.

Sayangnya selama penyelenggaraan ajang pemran otomotif yang telah digelar selama ini, pesertanya selalu saja dipenuhi oleh pabrikan-pabrikan otomotif internasional dan ternama. Padahal seharusnya ajang pameran ini mampu menjadi kesempatan bagi merek-merek local untuk unjuk gigi. Apakah hal ini dikarenakan penyelenggara malas atau ogah mengajak pabrikan-pabrikan otomotif local atau nasional?

Panitia penyelenggara sebuah pameran otomotif ternama di Indonesia yaitu ajang pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) telah menjelaskan bahwa pihaknya sudah berulangkali mencoba mengajak merek lokal Esemka, untuk ambil bagian di pameran yang bakal digelar pada 9-19 April, namun sampai sekarang belum ada inisiatif pihak Esemka memberi kepastian.

Hendra Noor Saleh, perwakilan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara IIMS 2020, menjelaskan, Esemka sudah ditawari menjadi peserta. Namun kata Hendra respons Esemka selalu normatif.

Hendra menegaskan, tim pemasaran Dyandra bahkan sudah berulang kali memberikan penawaran kepada Esemka. Sayangnya jawaban yang diterima marketing selalu sama. Padahal menurut Hendra sudah ada dua perwakilan Esemka yang dihubungi pihak Dyandra terkait IIMS 2020.

“Ya begitu mereka kami tawari, menolak tidak dan mengiyakan juga tidak. Setiap di-follow up sama tim pasti jawabannya sedang dipelajari pimpinan,” jelas Hendra yang lebih akrab disapa Kohen di Jakarta, Kamis (13/2).

Menurut Hendra jelas-jelas Dyandra sudah menyatakan terbuka kepada seluruh merek otomotif yang ingin berpartisipasi. Merek otomotif apapun disebut boleh menjadi peserta IIMS 2020 asalkan mengikuti prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena tidak ada jawaban lagi, tim kami pasti mencari merek lain yang mungkin lebih potensial. Tapi kalau Esemka di akhir-akhir mau ikut, kami terbuka selama masih ada space pameran tersisa,” lanjut Kohen.

Padahal menurut Hendra seharusnya saat ini Esemka sedang menjadi perhatian banyak orang, terutama usai Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mereka di Boyolali, Jawa Tengah pada tahun lalu. Sayangnya mereka seperti belum berani tampil di pameran, padahal pihak Dyandra dalam beberapa tahun ke belakang sudah sering mengajak Esemka ikut IIMS namun hasilnya selalu nihil.

“Kebetulan Esemka itu topik, tapi kami tidak melihat itu. Lebih kepada sebuah inisiatif baru anak bangsa, makanya kami menggandeng. Bukan hanya tahun ini, tapi juga tahun-tahun lalu. Tapi saat itu kan mungkin mereka belum siap, terutama pertimbangan produk juga,” ujar Kohen mengira-ira.

Yang jelas, tanpa keikutsertaan Esemka yang masih galau, sejauh ini sudah ada 20 Agen Pemegang Merek (APM) mobil dan motor yang mendaftar menjadi peserta. Bahkan satu di antara APM tersebut diketahui merupakan produsen mobil yang baru menginjakkan kaki di Indonesia yang namun jauh lebih percaya diri dan lebih berani dibandingkan Esemka. |WAW-JAKSAT