Survei Kinerja Jokowi, Naik Menurut Indo Barometer, Jeblok Menurut Alvara, Bagaimana Menurut Anda?

0
557
Ilustrasi Simbolisasi Kinerja Pemerintahan Jokowi, Merah, Kuning atau Hijau untuk Anda?/IST

JAKARTASATU.COM – Melalui hasil survei yang telah dilakukannya, Alvara Research Center mengungkapkan bahwa saat ini kepuasan publik terhadap kepemimpinan Joko Widodo ( Jokowi) pada periode kedua menurun dalam kurun waktu 100 hari sejak pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Terkait temuan data tersebut, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, dibandingkan kepuasan publik pada survei periode sebelumnya, untuk pertama kalinya sejak 2018, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi berada di bawah 70 persen.

Lebih lanjut Hasan mengingatkan, penurunanan tingkat kepuasan publik tersebut menjadi lampu kuning bagi Jokowi. “Penurunan tersebut menunjukkan ekspektasi publik yang begitu tinggi belum bisa dipenuhi pemerintah dalam 100 hari pemerintahan yang baru, sehingga menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk lebih memacu kinerjanya di berbagai sektor strategis,” tegas Hasan melalui rilis yang dibagikannya, Rabu (12/2/2020).

Merinci temuan yang didapat, hasil survei Alvara menunjukkan, tingkat kepuasan publik pada Januari 2020 sebesar 69,4 persen. Jika dibandingkan maka jumlah tersebut lebih rendah dari tingkat kepuasan publik periode pertama pemerintahan Jokowi pada Januari 2015 lalu yang mencapai sebesar 77,2 persen.

Memang, berdasarkan survei tersebut, setidaknya ada 7 aspek yang memiliki kepuasan tertinggi pada Januari 2020, antara lain transportasi publik sebesar 84,8 persen, pendidikan 84,4 persen, telekomunikasi dan internet 83 persen. Kemudian, pembangunan infrastruktur 80,9 persen, layanan lependudukan 78,5 persen, kesehatan 77,6 persen, dan kebebasan berpendapat 74,7 persen.

“Walaupun angkanya menurun dibandingkan akhir periode pertama, yaitu Agustus 2019, secara peringkat terjadi perubahan pada 3 besar aspek kepuasan tertinggi di 100 hari awal periode kedua,” papar Hasan.

Sementara itu, naiknya iuran BPJS dan pembatasan akses internet beberapa waktu lalu juga berpengaruh terhadap penurunan tingkat kepuasan publik. Sementara itu, tujuh aspek lainnya yang memiliki tingkat kepuasan publik terendah pada Januari 2020 antara lain, peningkatan ekonomi keluarga 64,7 persen, penegakan hukum 63,6 persen, kesejahteraan tenaga kerja 62,2 persen, dan pemberantasan korupsi 61,5 persen.

Kemudian, kemudahan lapangan kerja 60,8 persen, stabilitas harga bahan pokok 56,2 persen, dan pengentasan kemiskinan 51,9 persen. “Dari aspek dengan tingkat kepuasan publik yang paling rendah Januari 2020 ini, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan pengentasan kemiskinan merupakan aspek yang mengalami penurunan cukup besar dibandingkan Agustus 2019,” lanjut Hasan.

Lebih lanjut, revisi UU KPK menjadi salah satu penyebab merosotnya kepuasan publik terhadap pemberantasan korupsi pada 100 hari periode kedua pemerintahan

“Sehingga Jokowi perlu melakukan langkah strategis memperkuat eksistensi KPK agar usaha pemberantasan korupsi tidak makin terperosok di mata publik,” ucap dia.

Sementara itu, berbeda dengan Alvara, lembaga survei Indo Barometer merilis hasil surveinya bahwa sebanyak 70,1 persen publik merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo. Sedangkan responden lainnya yang mengaku tidak puas dengan kinerja Jokowi.hanya ada sebanyak 27,4 persen.

“Jadi di periode keduanya Pak Jokowi ini sebetulnya punya garis start yang lebih baik dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Century Park Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2020).

Berdasar data Indo Barometer, pada hasil survei Maret 2015 menunjukan bahwa kepuasan publik pada kinerja Jokowi sebesar 57,5 persen dan sebesar 37,5 persen tidak puas.

Perbedaan hasil survei memang hal yang biasa. Karena ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi ketika survei tersebut dilaksanakan. Bahkan terkadang ada juga lembaga survei yang melacurkan diri dan membuat survei dengan hasil yang disesuaikan dengan keinginan pembayarnya. Karena itu, terkait kinerja pemerintahan yang ada, yang terenak adalah bagaimana Anda bisa merasakannya sendiri. Apakah kinerjanya positif atau pun negative, tentunya kita bisa merasakannya sendiri dan memberikan penilaian yang berbeda. |WAW-JAKSAT