Pengakuan Salah Ketik Seperti Membodohi Rakyat

0
470

JAKARTASATU.COM- Politisi Demokrat, Jansen Sitindaon merasa dirinya dan rakyat Indonesia dibodohi oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Hal tersebut berkaitan dengan adanya pengakuan dari pembantu Jokowi soal RUU Omnibus Law yang salah ketik.

“Seperti bodoh aja semua orang se-Indonesia ini. Mana ada ceritanya salah ketik sampai 1 Pasal 3 ayat. Kalau tadi 1 kata, okelah! Isi dr Ayat 1 sampai 3 sistematis lagi saling berkaitan,” demikian cuitannya, Selasa, 18/2/2020, di akun Twitter-nya.

Lebih baik kata Jansen, pemerintah mengakui saja bahwa poin-poin itu memang ada benarnya, bukan salah ketik. “Akui sajalah sejak awal niat kalian ya maunya seperti bunyi Pasal 170 ini. Biar bisa suka-suka. Kacau Pasal 170 ayat 3 ini.”

Mentang-mentang 5 pimpinan DPR hari ini semua koalisi pemerintah, ia merasa pemerintah hanya cukup konsultasi dengan mereka saja. “Busuk” kalau gitu niatnya dan melecehkan Partai-partai yang tidak punya wakil di pimpinan @DPR_RI. Pendapat di DPR itu disampaikan atas nama Fraksi masing-masing Partai!”

Sejak semalam, ia mengakui coba mulai baca Omnibus (draft). Ngeri memang UU ini, kata dia. Kelasnya “SUPER POWER”. “Karna isinya kalau tidak membuat peraturan baru pasti MENGUBAH, MENGHAPUS pasal-pasal di UU yang lain. Merevisi satu UU saja harus hati-hati, ini sekali jalan mau ‘merevisi’ sekaligus puluhan UU.”

Dimana-mana, bus yang benar itu selalu mengantarkan semua penumpangnya dengan baik dan selamat. Tapi, kata Jansen, Omnibus yang ini, penumpang yang dipastikan selamat itu baru Pengusaha.

“Penumpang lain seperti Buruh, Lingkungan bahkan Pemda, dan lain-lain semua ketar ketir. Teruslah bersuara sampai semua selamat!” RI-JAKSAT