Intel Kerja Dalam Gelap, Bukan Malah Umbar Identitas

0
476

JAKARTASATU.COM– Politisi Demokrat, Rachland Nashidik mengingatkan bahwa Badan intelejen itu bekerja dalam gelap. Fungsinya mengumpulkan informasi bagi Presiden.

Itulah kenapa agen intelejen disebut “the man who never was”. “Mana ada intel di negara Demokrasi membuka identitasnya? Konon pula diperintah Presiden melakukan operasi pada rakyatnya sendiri,” herannya, baru-baru ini, di akun Twitter-nya.

Terasa aneh kalaulah ada intel yang kemudian kata Rachlan mengucapkan, “Selamat siang. Saya intel. Ini kartu pengenal saya. Atas instruksi Presiden, Anda wajib menyetujui kebijakan gedabrus. Sebaiknya Anda bekerjasama. Ingat, saya intel. Saya bisa lakukan apapun pada Anda dan semuanya akan jadi rahasia negara”.

“Anda ini intel atau anggota mafia? Siapa peduli pada berita tentang rencana resafel, pada saat rakyat menghadapi RUU ‘Cilaka’, skandal Jiwasraya, Suap KPU yang diduga melibatkan kader PDIP, dan RUU Ketahanan Keluarga yang membuat tempat tidurmu dijaga negara?”

Cuitan Rachland bermula dari berita yang ia baca bahwa seperti ada perintah dari presiden ke BIN dan lainnya untuk menggolkan kebijakan pemerintah.

“Dan, Saya baru baca ini. BIN, Polri dan Kejaksaan Agung diperintah mengegolkan kebijakan politik Presiden? Bukankah seharusnya justru dijauhkan dari politik? Kenapa pelanggaran norma demokrasi ini dilakukan, bahkan diperintahkan terbuka oleh Presiden? vivanews.com/berita/nasiona…?” RI-JAKSAT