Pernyataan Bamsoet Bukan Sihir Bukan Hoax

0
236
Hendrajit Direktur Eksekutif GFI / F0T0 Medita

Hendrajit, Wartawan Senior.

Pagi Netizen.

Apa yang dikemukakan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bahwa para pemodal menguasai parpol-parpol, memang benar adanya. Bukan sihir dan bukan hoax. Melainkan sepenuhnya kisah nyata.

Mari saya pertajam sinyalemen Bamsoet. Seorang calon anggota DPR-RI, bisa terpilih masuk senayan dengan menggelontorkan uang sebesar Rp 30 Miliar. Atas bantuan keuangan dari seorang konglomerat. Dan siap meremote-control si anggota DPR untuk melakukan apa saja atas titahnya. Jika si calon anggota nantinya terpilih.

Bisa masuk salah satu komisi strategis di DPR, dan kualitasnya sebagai anggota DPR nol besar alias plongak-plongok.

Pertanyaannya pada Bamsoet adalah, apa yang harus kita lakukan untuk mengubah keadaan? Kalau cuma mau bargaining position, sayang sekali. Sebab cerita macam ini, hanya salah satu bukti nyata, betapa sistem politik kita memang koruptif di semua tingkatan. Bukan karena gratifikasi akibat keserakahan pribadi seseorang, melainkan karena sistem inilah yang mengharuskan hadirnya aktor-aktor model anggota dewan seharga Rp 30 Miliar tadi.

Ke depan, slogan kita bukan sekadar ganti presiden. Tapi ganti anggota DPR. Justru DPR inilah dapur untuk memasak lahirnya rancang bangun sistem menjadi undang-undang. Mereka-mereka para Caleg DPR seharga Rp 30 Miliar inilah, sejatinya merupakan salah satu lapis terendah dari tiga Manpower pelayan skema penjajahan gaya baru ala AS maupun Cina. Mereka mereka ini merupakan PREMAN PREMAN PEMBANGUNAN. Dua lapis yang lebih tinggi adalah organ penggerak mesin, seperti para dirut BUMN. Dan manpower di tingkat penyusun skema ekonomi IMF dan Bank Dunia yang lokusnya ada di jabatan kementerian.

Semoga Bamsoet mengatakan itu memang karena dorongan kata hati, dan pencerahan jiwa. Sebab yang diutarakan Bamsoet sejatinya merupakan sebuah testimoni yang berasal dari seorang aktor politik. Yang tahu betul apa yang berlangsung di pentas politik, dan yang yang berlangsung di balik layar panggung politik.***

Facebook Comments