72 Miliar, untuk Influencer atau Buzzer?

0
834

JAKARTASATU.COM– Keinginan pemerintah memberikan influencer anggaran sebesar Rp72 miliar mendapatkan perhatian sejumlah pihak, salah satunya dari Jansen Sitindaon dari partai Demokrat. Menurut Jansen, denhan anggaran sebesar itu, pemerintah terlebih dahulu menjelaskan apa yang dimaksud influencer ini.

“Bersama buzzer, kata ‘influencer’ ini sekaranh maknanya jelek. Dipikir itu orang-orang yang sering dijamu Presiden di istana, yang modalnya hanya main medsos.

Padahal followernya jg tak seberapa,” katanya, Rabu, 26/2/2020.

Menurut Jansen, bila influencer itu hanya ditugaskan meminimalisir keadaan virus Corona, maka bagi dia adalah hal yang dapat dikatakan sia-sia.

“Saya sudah baca lengkap berita ini. Kaitannya dengan virus Corona yang berdampak ke kunjungan wisata. Mau pakai ‘influencer’ Artis Luar Negeri pun, kalau negara asal Wisman mengeluarkan ‘travel warning’ jangan berkunjung ke negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia, ya, tidak ada gunanya,” demikian tertulis di akun Twitter-nya, ketika mengomentari berita di salah satu media dengan judul: “Redam Dampak Virus Corona, Jokowi Beri Influencer Rp72 M”.

Hampir kritik dan saran tampaknya mentah oleh pemerintah. Jansen pun menyadari hal itu, karena ia dan partainya sedang berada di luar pemerintahan.

“Tapi ya sudahlah. Apa pun yang disampaikan oleh kami, yang di luar kekuasaan ini kan selalu kalian anggap noise bukan voice, jadi tak perlu didengar. Atur sesuka hati kalian ajalah.”

Namun ia mengaku akan terus bersuara karna itu hak. “Sama dengan kalian dulu terus ribut padahal BBM cuma naik 500 perak!” RI-JAKSAT