Apa? Amerika Menetapkan Indonesia Sebagai Negara Maju?

0
1539

JAKARTASATU.COM– Lucu dan ingin tertawa ketika membaca berita. Amerika tetapkan Indonesia sebagai negara maju. Maju apanya? Korupsi maju makin menggurita, iya, jangan ditanya soal itu.

Ekonominya maju? Lah pertumbuhan ekonomi mangkrak di angka 5 persen.

APBN defisit ratusan triliun. Penerimaan negara dan pengeluaran tidak berimbang. Utang negara ribuan triliun.

Lantas yang maju apaan? Strategi Amerika membelokkan Jokowi? Selama 6 tahun berkuasa semua pun tahu kalo Jokowi condong ke China.

Ahad kemarin, 23 Februari 2020 Amerika menetapkan Indonesia sebagai negara maju bukan lagi negara berkembang.

Jangan bangga dan senang dulu. Cebonger tunda pesta pora menyambut status baru Indonesia, negara maju versi Amerika.

Parameter apa Amerika menetapkan Indonesia sebagai negara maju? Jebakan atau sanjungan Amerika bagi Indonesia.

Sebagaimana kita maklum, 6 tahun Jokowi berkuasa poros ekonomi dan politik Indonesia ‘berkiblat’ ke China meninggalkan Amerika yang beberapa dasawarsa Indonesia condong ke Amerika.

Prestasi Jokowi, tunggu dulu. Jebakan Donald Trump untuk Jokowi, bisa jadi. Ingat! Perang dagang Amerika dan China masih berlangsung.

Teori konspirasi mengaitkan virus corona dengan operasi intelijen Amerika untuk memenangi perang dagang dengan China. Faktanya, ekonomi China ‘mati’ dalam beberapa hari ini.

Virus corona telah membuat ekonomi China nyungsep. Dalam 20 tahun baru kali ini ekonomi China tumbuh dibawah 6 persen. Virus corona telah ‘menghancurkan’ ekonomi China.

Nyungsepnya ekonomi China tentu akan berpengaruh terhadap Indonesia. Indonesia bakal menghadapi ujian berat di tahun 2020.

Jangankan membantu Indonesia, menghadapi kondisi ekonomi China saja, China belum tentu bisa keluar dari krisis akibat virus corona.

APBN Indonesia defisit dalam ratusan triliun. Anggaran pemerintah ditutup dari menambah utang baru. Apalagi utang jatuh tempo Indonesia tahun 2020 lebih dari 600 triliun bakal membuat ekonomi Indonesia kalang kabut. Ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami kontraksi yang luar biasa.

Disinilah kita melihat permainan Amerika mengeluarkan status Indonesia dari negara berkembang ke negara maju. ‘Memaksa’ Jokowi pindah haluan, dari poros China beralih kembali ke poros Amerika.

Beranikah Jokowi ‘membangkang’ Amerika? Dalam waktu dekat infonya Donald Trump akan ke Indonesia. Berani ‘membangkang’ Amerika sama dengan tamatnya kekuasaan Jokowi apalagi China kondisinya sekarang lagi terpuruk.

Amerika sangat lihai dalam konspirasi menjatuhkan seorang presiden. Konon kabarnya, jatuhnya Soekarno dan Soeharto tidak lepas dari operasi intelijen Amerika.

Dengan status Indonesia sebagai negara maju tentu akan berdampak pada ekonomi Indonesia. Indonesia tidak memperoleh perlakuan istimewa lagi dari Amerika. Khusunya pajak ekspor.

Indonesia sebagai negara berkembang mendapat perlakuan khusus, pajak ekspor Indonesia ke Amerika hanya 5 persen. Dengan berubahnya status Indonesia sebagai negara maju, maka pajak ekspor Indonesia menjadi 20 persen.

Menurut data BPS, nilai ekspor Indonesia ke AS dari Januari-September 2019 mencapai 12,9 miliar dollar AS. Angka ini turun 1,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Naiknya pajak eskpor Indonesia 4 kali lipat tentu akan mempersulit ekspor Indonesia ke Amerika. China misalnya, akan berpikir ulang untuk investasi di Indonesia. Strategi Amerika mengepung negara pro China agar merubah haluan ekonomi dan politiknya.

Apalagi Jokowi sedang berupaya keras meloloskan Omnibus law RUU Cipta Kerja bersama DPR. RUU ini diprediksi bakal memperkokoh asing dan aseng mengontrol Indonesia.

Jokowi akan mendapat kekuasaan extra melalui Omnibus law untuk membawa Indonesia diantara dua kekuatan, Amerika dan China.

Setelah Omnibus law RUU Cipta Kerja lolos, benarkah Amerika punya skenario sendiri jika Jokowi tidak mau ‘tunduk’ ke Amerika. Bertahan dalam bayang-bayang Amerika atau lengser.

Mampukah Jokowi bertahan dari ‘sergapan’ Amerika? Seandainya Jokowi ‘dipaksa’ mundur oleh Amerika, betulkah Amerika mempersiapkan seorang Jenderal AD atau Jenderal Polisi untuk ‘berkuasa’ sekaligus menghadang popularitas dan elektabilitas Anies di 2024 sebagai representasi umat Islam.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Waspada, kawan. Sampai kapanpun mereka tidak menghendaki pecinta Indonesia dan Islam taat memimpin Indonesia.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah ……” [QS. al-Anfal : 60]

*Pemerhati Politik, Tarmidzi Yusuf