Jangan Sampai Indonesia Jadi Republik Cukong

0
686

JAKARTASATU.COM– Politisi Gerindra, Fadli Zon mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah memberi karpet merah kepada para investor untuk keperluan pembangunan Ibu Kota (Baru) Indonesia. Apalagi sampai Indonesia “dijajah” oleh para investor atas bantuan pendanaan Ibu Kota baru.

“Jangan sampai Indonesia jadi Republik Cukong,” pungkasnya, Kamis, 27/2/2020, ketika mengomentari berita di salah satu media dengan judul: “Luhut Sebut 30 Investor Besar Siap Danai Ibu Kota Baru” di akun Twitter-nya.

Cuitan Fadli disambut pengamat politik Muhammad Said Didu. Kata Didu, keinginan demikian mirip ketika pemerintah ingin meneruskan reklamasi di Jakarta.

“Awalnya Jakarta mau diserahkan ke cukong lewat proyek reklamasi. Tapi digagalkan oleh Gub @aniesbaswedan,” kata dia, di akun Twitter-nya.

Didu menduga, keran investor untuk Ibu Kota baru buah dari kegagalan keinginan dahulu (reklamasi).

“Pernyataan LBP tersebut menjelaskan bahwa sepertinya pemindahan Ibu Kota adalah penggantian kegagalan tersebut kepada cukong di Ibu Kota baru.”

Apa yang direspon Fadli berikut sedikit kutipannya: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut ada sekitar 30 investor yang tertarik ikut membangun Ibu Kota baru. Investor tersebut tak hanya berasal dari dalam tapi juga luar negeri.

Investor tersebut rata-rata perusahaan besar. Mereka memiliki bisnis beragam, mulai dari listrik hingga kendaraan. RI-JAKSAT