Ketika Virus Corona Dijadikan Alasan Rupiah Ambrol

0
789
Kuliner Paniki Santan yang menggugah selera/IST

JAKARTASATU.COM– Politisi Andi Arief menilai mustahil para investor akan menanamkan uangnya di Indonesia bila soal virus Corona saja pemerintah tidak dipercaya seluruh dunia.

“Pemerintah serba salah. Sudah ada klaim bahwa tidak ada virus korona di Indonesia. Tetapi saat rupiah anjlok dan gejolak pasar saham pasti akan dirangkis dengan Corona si penyebabnya atau global sang biang kladi yang corona juga,” katanya, belum lama ini, di akun Twitter miliknya.

Pun dengan politisi senior MS Ka’ban, yang merasa bahwa virus Corona dianggap enteng tapi malah menambah anjlok perekonomian.

“Masih mampukah menahkodai NKRI dengan buzzer dan distrust?” tulisnya, di akun Twitter-nya.

Ekonomi nasional yang anjlok sebenarnya menurut Ka’ban sudah ada indikator-indikator standar. Telah memberikan signal dan warning.

“Tapi Pres Jokowi berlagak pilon cuek dan terus beropini. Corona virus yang dianggap enteng menambah anjlok.”

Sebelumnya ekonom Rizal Ramli juga sudah terlebih dahulu menyindir ekonomi/rupiah ambrol sebab virus Corona. Padahal, sebagaimana yang diceritakan olehnya, bahwa banyaj pejabat yang mengaku virus corona nyaris tidak ada di Indonesia. “Tapi ketika index dan rupiah anjlok, para pejabat semua bilang akibat Corona. Padahal tanpa corona pun, ekonomi Indonesia semakin nyungsep karena salah-kelola. Benar-benar ilmu pengibulan sudah tingkat Dewa,” katanya, belum lama ini.

Boleh jadi salah kelola pula ketika pemerintah mengerahkan influencer untuk menepis kenyataan yang ada.

“Maaf, media mainstream lebih banyak memuat penjelasan pejabat-pejabat yang rajin melakukan ‘self-denial’ dan ekonom-ekonom konvensional. Apalagi hari ini ditambah dengan buzzer-buzzerRp.”

Akibatnya, kata dia, beban krisis akan lebih besar untuk bangsa dan rakyat kita. Harusnya pemerintah belajar pada sejarah. RI-JAKSAT