Inilah Brand dengan Reputasi Terbaik dalam Melawan COVID-19 di Indonesia

0
872
Infografik Brand Terbaik dalam peran penanganan virus Corona di Indonesia/IST

JAKARTASATU.COM – Virus Corona yang kian berkembang kini ditemui di Indonesia. Pasalnya dari dua kasus yang terjadi, satu diantaranya meninggal sebelum sempat sampai ke Rumah Sakit. Karena virus ini, beberapa perusahaan besar seperti Starbucks, IKEA dan Google menutup gerainya di China dan anjlok dalam penjualan. Di Indonesia sendiri, setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua WNI terjangkit virus corona, saham IHSG anjlok 1,02% kebawah 5.400.

Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang, termasuk juga masyarakat Indonesia. Perusahaan media intelligence Isentia menganalisis pembicaraan media sosial terkait brand apa saja yang dinilai memiliki respon tinggi dalam melawan virus Corona.
Dari total 3.683 percakapan di Media Sosial sejak 1 Januari hingga 14 Februari 2020, ada 1.542 percakapan mengenai brand di Indonesia dinilai paling berupaya keras dalam melawan virus Corona. Huawei Indonesia berada di puncak daftar perusahaan yang dinilai memiliki upaya tertinggi dalam melawan virus Corona, diikuti oleh Batik Air, Garuda Indonesia, Air Asia, dan PT IMIP masing-masing di peringkat kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Sementara itu, Traveloka, Allianz Indonesia, dan Kereta Commuter Indonesia juga tercatat sebagai perusahaan yang dinilai juga memiliki respon tinggi dalam melawan virus Corona.

Tindakan perusahaan Huawei Indonesia untuk melawan wabah virus Corona sangat dominan dalam percakapan sosial. Ada desas-desus yang signifikan tentang karyawan Huawei di Jakarta yang dicurigai tertular virus. Kasus ini menyebabkan orang-orang di Menara BRI tempat kantor tersebut berlokasi menjadi panik dan menjadi terisolasi. Tanggapan cepat datang dari Huawei yang segera membawa karyawan tersebut, seorang warga negara China, ke rumah sakit. Huawei juga memperhatikan kesejahteraan karyawannya dengan membagikan masker di kantor. Tindakan ini berkontribusi terhadap posisi teratas perusahaan sebagai merek yang dinilai paling tanggap dalam menghadapi virus Corona di Indonesia.

Selain Huawei, pada tanggal 1 Februari, pesawat Batik Air berangkat ke Wuhan, China, untuk mengevakuasi orang Indonesia dari kota tempat virus bermula. Manajemen maskapai penerbangan menyatakan penghargaan kepada 18 awak kabin yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan. Pesawat Airbus tipe A330-300 dari Batik Air dipilih oleh pemerintah karena maskapai memiliki izin penerbangan reguler ke dan dari Wuhan, China. Selain itu, menurut Menteri Perhubungan, pesawat berbadan lebar itu mampu membawa banyak penumpang dalam penerbangan jarak jauh langsung. Batik Air menjadi salah satu merek Indonesia yang paling terkemuka dengan tingkat respon tinggi dalam memerangi virus Corona dengan memberikan layanan terbaik bagi pemerintah Indonesia.

Dan yang ketiga adalah perusahaan penerbangan milik negara, Garuda Indonesia, yang mengambil inisiatif untuk memperkuat tindakan edukatif dan antisipatif meskipun tidak memiliki rute penerbangan ke atau dari Wuhan. Menyusul laporan bahwa seorang warga negara Cina yang di tes positif terkena virus berada di dalam penerbangan Bali-Shanghai pada 28 Januari, maskapai-maskapai itu menerbangkan pesawat yang digunakan untuk penerbangan GA 858 dan mendekontaminasi pesawat dengan menyemprotkan desinfektan. Disinfektan juga disemprotkan ke pesawat lain yang melayani penerbangan ke dan dari Cina. Selain itu, awak kabin juga mengenakan masker, dan deklarasi umum kebijakan kesehatan diberlakukan melalui kerja sama dengan pihak berwenang setempat. Inisiatif-inisiatif tersebut berkontribusi pada posisi Garuda Indonesia sebagai salah satu brand terkemuka dengan tingkat respon tertinggi dalam melawan virus Corona di Indonesia.

“Brand – brand bekerja sama dengan pemerintah untuk memerangi wabah COVID-19. Implementasi strategi yang baik dengan didukung oleh budaya perusahaan yang tangguh mampu memberikan manfaat kepada konsumen sehingga meningkatkan reputasi brand – brand tersebut,” Pungkas Head of Insights for Asia Isentia, Prashant Saxena. |WAW-JAKSAT