Beban APBN Akan Semakin Berat

0
435

JAKARTASATU.COM– Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengatakan bahwa beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin berat. Mengingat harga minyak dunia yang turun menjadi sekitar 30$ per barel.

“Pasti akan diikuti oleh penurunan harga gas, batubara, dan mungkin CPO (Crude Palm Oil),” kata dia, Senin (9/3/2020), di akun Twitter-nya.

Itu artinya, menurut dia penerimaan Negara dari komuditaa tersebut akan menurun.

Harga minyak dunia anjlok hingga 30 persen. Hal demikian terjadi lantaran Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak Dunia (OPEC) dan Rusia gagal mencapai kesepakatan terkait pengurangan produksi yang menyebabkan Negara Arab Saudi memangkas harga lantaran bakal meningkatkan produksi minyaknya.

Akhirnya hal itu mendorong adanya perang harga di antara anggota OPEC.

Lain dari itu, ia menyinggung soal Pilpres, di mana ia menduga setiap kali Pilpres datang, potensi untuk merampok uang Negara akan ada. Ia pun menyinggung Pilpres anan datang (2024).

“Eskalasi perampokan tiap ada Pilpres: Pertama, 2004 Bank CIC Rp2,3 triliun. Kedua, 2009 Bank Century Rp6,7 triliun. Ketiga, 2019 Jiwasraya+Asabri lebih Rp20 triliun.”

Eskalasi terakhir belakangan memang sedang hangat diperbincangkan. Namun, rasanya kasus itu seperti kehabisan udara di ranah umum sebab kasus kesehatan yang melanda (Corona). RI-JAKSAT