Jokowi Ramai-ramai Dikritisi karena Libatkan Intelijen Tangani Corona

0
894

JAKARTASATU.COM– Pengakuan Jokowi yang melibatkan intelijen terkait penanganan virus Corona, dalam hal ini BIN dikritisi ramai-ramai oleh para pemerhati, baik dari sisi politik maupun dari sisi sosial.

“Melakukan operasi senyap oleh BIN selain melanggar UU, juga menjadi ‘keajaiban’ dunia. Mohon jadi perhatian,” kata Muhammad Said Didu, kemarin, di akun Twitter-nya.

Menurut dia, sesuai UU No 36 tahun 2009 mewajibkan pengumuman berkala tentang penyakit yang berpotensi menular dan WHO, serta dunia melakukan pengumuman.

“Bapak Presiden @jokowi yth, adanya surat dan telpon dari Dirjen WHO kepada Bapak serta keraguan bbrp pimpinan negara atas langkah Indonesia menangani corona menunjukkan bahwa dunia sudah tidak percaya cara kita menangani kasus ini. Semoga Bpk Presiden menyadari masalah serius ini.”

Dipo Alam, mengingatkan Jokowi agar sedikit-sedikit tidak melibatkan intelijen seperti masa Orde Baru.

“Jadi inget bila cari solusi utk rakyat pake2 intel, Sejago-jagonya Benny Moerdani (BM) ‘raja intel’ ia tumbang jua, juga yg membesarkan BM jadi Panglima ABRI, Jendral Besar Soeharto, tumbang jua..Inga..inga Suara Rakyat, Suara Tuhan @tempodotco @berita_rmol,” kata dia, di akun @dipoalam49.

Daripada menginstrusikan intelijen untuk menangani hal tersebut, menurut aktivis Hariz Azhar lebih baik Jokowi mengerahkan untuk mencari Harun Masiku.

“Mas @jokowi intelijen suruh cari Masiku dan Nurhadi.. Corona biar diurus @BNPB_Indonesia,” demikian tertulis di akun Twitter-nya.

Politisi Demokrat Rachland Nashidik menjelaskan bahwa Badan Intelejen tak boleh berpendapat sendiri, apalagi disampaikan pada publik. Tentang virus Corona pula.

“Fungsi Intelejen mengumpulkan informasi, melakukan analisa, untuk digunakan oleh Presiden sebagai end user,” ia mengingatkan. RI-JAKSAT