Antrian Tije dan MRT Mengular, Anies: Semua Pimpinan Perusahaan Harus Taati Perintah Presiden Jokowi

0
224
Antrian calon penumpang TransJakarta yang mengular karena kebijakan pembatasan armada yang diinstruksikan Gubernur DKI Jakarta/IST

JAKARTASATU.COM – Pagi tadi, sejumlah stasiun MRT mengalami antrian padat bahkan sampai mengular cukup Panjang. Adapun beberapa stasiun MRT yang mengalami hal antara lain adalah Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Stasiun Cipete Raya dan Stasiun Dukuh Atas BNI.

Ternyata tak hanya di stasiun MRT saja, mengularnya antrian calon penumpang juga terjadi untuk moda transportasi TransJakarta atau yang biasa disebut Tije.

Usut punya usut ternyata fenomena mengularnya antrian calon penumpang moda transpostasi MRT serta Tije tersebut terjadi karena adanya kebijakan pembatasan operasional terkait dengan himbauan Gubernur Jakarta Anies Baswedan kepada warga DKI Jakarta untuk melakukan social distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah dan mengusahakan untuk bekerja dari rumah.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo menyatakan, pembatasan operasional tersebut sesuai dengan instruksi dan kebijakan yang telah diumumkan oleh Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai pembatasan frekuensi operasional Transportasi Umum selama 14 hari ke depan mulai hari ini 16 – 30 Maret 2020

“Demi kebaikan kita bersama, Transjakarta mengimbau pelanggan untuk bersabar dan meminta pengertiannya untuk tetap menjaga jarak antar individu guna minimalisir penularan COVID 19,” jelas Nadia Diposanjoyo (16/3/2020).

Bahkan Nadia menjelaskan, hal ini sesuai dengan instruksi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dalam upaya meminimalisir penyebaran Virus COVID-19. Penyebaran Corona bisa dibatasi lewat social distancing (menjaga jarak).

“Untuk itu, Transjakarta menyarankan kepada masyarakat yang tidak mempunyai keperluan mendesak untuk melakukan kegiatannya dari rumah demi kemananan dan kenyamanan bersama,” tutur Nadia.

Namun melihat kondisi yang terjadi, beberapa kalangan yang mempunyai akses segera mengajukan permintaan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk melakukan penambahan armada karena ternyata masih cukup banyak warga yang masuk kerja di pagi hari dan tentunya di sore hari nanti saat pulang kerja mungkin juga perlu ditambah.

Menanggapi permintaan tersebut, Anies Baswedan secara tegas menyatakan bahwa solusinya bukan kembali menambah armada. Melainkan, “Jangan berpergian dan jangan tinggalkan rumah. Virus dimana-mana, tak kenal hari libur aatau hari kerja. Tidak terlihat tapi menular secara ekstrim dan cepat. Ikuti perintah Presiden, kerja dari rumah. Semua pimpinan perusahaan harus taati perintah Presiden!”

Nah, sekarang pertanyaannya apakah semua pemimpin perusahaan akan benar-benar mau mentaati perintah atau himbauan Anies yang sudah diperkuatoleh Presiden Jokowi tersebut? |WAW-JAKSAT

Facebook Comments