Social Distancing Mesti Terapkan dengan Tegas

0
655

JAKARTASATU.COM – Saat ini masyarakat membutuhkan kepastian apa yang harus dilakukan bukan hanya retorika dan seremoni. Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati sepakat diumumkannya pasien sembuh dari virus Corona, akan tetapi harus disertai dengan peringatan dari pemerintah bahwa masyarakat harus tetap waspada.

Anis dalam siaran persnya (16/3/2020) meminta Pemerintah segera menyampaikan langkah-langkah konkret dalam menyikapi wabah virus Corona (Covid-19), yang dalam beberapa hari belakangan kasusnya terus meningkat. Ia menyayangkan sikap Pemerintah yang terkesan lambat dalam merespon keresahan masyarakat dan tidak terlalu jelas dalam memberikan arahan.

Anis menuntut ketegasan Pemerintah dalam memberlakukan social distancing, atau gerakan menghindar dari segala kegiatan sosial, sebagaimana diungkap Presiden Joko Widodo yang mengimbau untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah masing-masing. Menurutnya, imbauan itu tidak akan berjalan tanpa adanya instruksi langsung, terutama bagi para pelaku dunia usaha.

“Sebagaimana sekolah yang diliburkan selama 14 hari, seyogyanya Pemerintah juga meminta dunia usaha untuk merumahkan karyawannya atau menginstruksikan pegawai untuk bekerja dari rumah, kecuali untuk tugas-tugas khusus yang mengharuskan mereka berada di luar seperti sopir angkutan, pedagang bahan pokok, dll. Itupun harus diberlakukan standar penjagaan dan disiplin yang ketat,” ujar Anis.

Kekhawatiran Pemerintah akan dampak dari dirumahkannya para pekerja untuk sementara waktu terhadap situasi ekonomi nasional, hal ini tidak dapat dielakkan. “Pasti akan ada dampak ekonomi secara nasional, akan tetapi keselamatan rakyat harus lebih diutamakan,” tandas Anis.

Ungkap Anis, pemerintah perlu memikirkan strategi yang kreatif dalam menjaga tingkat ekonomi nasional. “Kalaupun menurun, jangan sampai terjun bebas,” lanjutnya. Agar perekonomian dapat tetap berjalan dan tumbuh, Anis meminta Pemerintah fokus menguatkan daya beli masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi kita, ditopang oleh 56 persen konsumsi dalam negeri. Bertumpulah pada kekuatan domestik. Bantu masyarakat untuk produktif walau dalam situasi terbatas. Dan perkuat daya beli masyarakat. Masyarakat harus dibantu,” pungkas Anis.*lHER-JAKSAT