Ternyata Ada 15 Orang Pasien Positif Corona di DKI yang Meninggal, Jubir Pemerintah Salah?

0
469
corona.jakarta.go.id

JAKARTASATU.COM – Berdasarkan data yang dilansir di situs resmi corona.jakarta.go.id, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan data kasus virus Corona (COVID-19) saat ini secara nasional mencapai  227 positif Covid-19. Tercatat dari kasus positif Corona yang terjadi secara nasional tersebut  197 (87%) tengah dirawat, 11(5%) sembuh dan 19 (8%) meninggal dunia.

“Adapun untuk DKI Jakarta sendiri, data yang tercatat per-hari ini 19/03/2020, adalah 160 kasus positif Covid-19, 13 sembuh, 15 meninggal dan 41 self isolation (isolasi mandiri),” begitu dilansir Pemprov DKI Jakarta dalam situs corona.jakarta.go.id.

Situs ini juga memperlihatkan, peta sebaran kasus positif. Di dalam grafik, diperlihatkan titik merah sebagai tanda kasus positif sudah tersebar di berbagai kota administrasi Jakarta.

Berdasarkan hasil pantauan sampai 18 Maret 2020 jam 18.00 WIB, jumlah kasus positif ada di titik kelurahan 118. Jumlah kasus positif dengan lokasi belum diketahui 42, dan jumlah kasus menunggu hasil ada 357 orang. Jadi secara keseluruhan jumlah total kasus di DKI Jakarta total ada 517.

Dari unggahan situs ini terlihat bahwa ternyata jumlah 15 orang meninggal dunia sampai data per 19 Maret 2020 sekarang, berbeda lebih banyak dari yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers pada Rabu (18/3) lalu.

corona.jakarta.go.id

“Akumulatif kasus meninggal sampai 18 Maret pukul 12.00 WIB. Total keseluruhan kasus meninggal adalah 19,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, melalui video yang disiarkan langsung lewat akun YouTube BNPB, Rabu (18/3).

Saat itu Achmad Yurianto menyatakan dari 19 pasien yang meninggal itu, 12 di antaranya berada di DKI Jakarta. Kemudian 2 pasien berada di Jawa Tengah.

“DKI ada 12 yang meninggal. Jateng ada 2 kasus yang meninggal,” ujarnya. Ternyata dari data di situs ini korban meninggal di DKI Jakarta ada 15 orang. Mungkin saja Achmad Yurianto Lelah dan salah dalam mengungkap atau membaca data yang ada. |WAW-JAKSAT