Jebloknya Rupiah dan Peran IMF

0
322

JAKARTASATU.COM– Pengamat politik Global Future Institute (GFI) Hendrajit mengajak kita untuk menunggu gerak-gerik para montir-montir kapitalisme, terlebih ketika krisis moneter semakin mendidih, yang mana potensi terjun bebas dolar AS ke Rp17.000.

“Apakah mau ngasih resep beracun lagi kayak zaman Pak Harto?” demikian keterangannya yang diterima jakartasatu.com, Jumat.

Kalau zaman Soeharto dulu, kata Hendrajit, resep beracun IMF dan Bank Dunia merupakan pemantik runtuhya Orde Baru. “Motifnya adalah mau nyari celah agar sistem ekonomi neoliberal dapat pintu masuk lebar-lebar dan sebebas-bebasnya, yang semasa sebelumnya terhambat meskipun ada Berkeley Mafia. Dan misi itu sekarang sudah berhasil.”

“Bagaimana kalau sekarang? Apakah sistem ekonomi neoliberal mereka dirasa belum berjalan maksimal sehingga perlu memunculkan server baru?” tanyanya.

Ataukah IMF dan Bank Dunia, kata dia, justru sudah menyerah kepada kita sehingga melengserkan pemerintah sekarang berarti siap dengan pemimpin baru berikut skema nasional baru yang lebih berdaulat, mandiri dan berkepribadian Indonesia?

“Skema Trisakti harus jadi panduan nasional menghadapi segala kemungkinan yang terburuk ke depan. Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.”

Dan ia mengingatkan bahwa Trisakti tidak ada kaitannya dengan Nawacita.

RI-JAKSAT