Darurat APD dan Apresiasinya

0
559

JAKARTASATU.COM– Politisi PKS, Mardani Ali Sera mengapresiasi tugas mulia para tenaga medis di tengah merebaknya Covid-19. Mereka, kata Mardani, merupakan pejuang terdepan dalam melawan wabah ini.

“Namun menjadi miris ketika mendengar Alat Pelindung Diri (APD) sulit mereka dapatkan. #DaruratAPD,” demikian cuitannya, kemarin.

Area isolasi penyakit merupakan zona yang paling berbahaya. Pakaian yang digunakan tdk bisa sembarangan, harus tebal dan ketat.

Jika sesuai prosedur, petuga medis dari rumah ke RS wajib ganti pakaian. Lalu disediakan APD, setelah bertugas berganti pakaian lagi.

“Namun saat ini kerap kita temukan ‘APD’ yang tidak sesuai standar kemananan dan kesehatan. Bahkan jas hujan dimodifikasi sedemikian rupa.”

Kata dia, ini sangat berbahaya jika jas hujan digunakan sebagai APD. Petugas medis bisa dengan mudah tertular karena penyebaran virus sangat cepat.

“Apresiasi akhirnya pemerintah telah menyediakan APD meskipun sedikit terlambat. Segera distribusikan APD tersebut ke RS yang benar-benar kekurangan.

Mari buat data proyeksi dan update terkait APD, agar bantuan yang diterima tersebar secara efisien.”

Namun ia mengingatkan, agar jangan sampai tenaga medis yang menangani kasus Covid-19 ini berkurang karema ikut tertular. Hal tersebut akan berdampak pada pelayanan yang kurang optimal. Khawatir presentase pasien Covid-19 semakin melonjak.

“Ke depan pemerintah perlu benar-benar memastikan ketersediaan APD. Terlebih sudah banyak ahli memprediksi Covid-19 di Indonesia belum sampai pada puncaknya. Setidaknya ketersediaan barang aman sampai 2 bulan ke depan.”

Selain itu, Mardani juga menghimbau untuk segera berkoordinasi dengan lintas kementerian/lembaga untuk mencari solusi langkanya APD ini. Mendorong pabrik dalam negeri untuk segera mempercepat produksi, terutama menggunakan bahan baku yang ada di Indonesia sehingga tidak bergantung dengan material negara lain.

“Semoga permasalahan-permasalahan di atas dapat segera teratasi. Kita perlu ingat bahwa petugas medis sama seperti kita.”

Mereka memiliki keluarga yang menanti di rumah. Apa yang petugas medis kerjakan terkadang tidak memikirkan keselamatan diri sendiri. Demi memenangkan peperangan ini.

RI-JAKSAT