Suspek Bayi di RS Hasan Sadikin Terkonfirmasi Negatif Covid-19

0
336

JAKARTASATU.COM – Wabah virus korona atau Coronavirus Disease (Covid-19) tidak mengenal usia. Bahkan seorang bayi yang baru berusia 1,5 bulan pun harus dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan status Pasien dalam Pengawasan (PDP/suspek).

Bayi laki-laki tersebut rujukan positif Covid-19 dari sebuah rumah sakit di Jawa Barat. Begitu tiba di RSHS, sang bayi langsung dilakukan swab tes Covid-19. Tiga hari kemudian, hasil tes terhadap bayi ini keluar dan dinyatakan negative Covid-19.

“Perlu kami sampaikan pula pasien rujukan PDP bayi umur 1,5 bulan yang diberitakan positif setelah kami melakukan pemeriksaan sweb ulang hasilnya bayi tersebut negatif,” kata Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum drg M Kamaruzzaman M Sc, Selasa sore (25/3).

Selain itu, data terbaru RSHS, terjadi penambahan Orang dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 sebanyak 33 orang. Total ODP menjadi 255. Sedangkan jumlah suspek yang dirawat sebanyak 24 kasus, dan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 11 orang. “Dibandingkan hari kemarin terjadi penambahan PDP positif 5 orang,” kata Kamaruzzaman.

Pasien suspek terdiri dari laki-laki 6 orang dan perempuan 5 orang. Dari 6 pasien laki-laki terdiri dari usia 24 tahun, 32 tahun, 49 tahun, 53 tahun, 57 tahun, 61 tahun. Sedangkan suspek perempuan terdiri dari usia 30, 39, 43, 59, 61 tahun.

“Semua pasien suspek dapat tertampung dan terlayani dengan baik di ruang-ruang isolasi. Dan perkiraan alat perlindungan diri (APD) kami masih mencukupi jika tidak terjadi lonjakan pasien yaitu untuk 10 hari ke depan,” katanya.

Sementara pasien suspek yang dikabarkan meninggal pada 21 dan 22 Maret lalu, hasil swabnya terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki 47 dan 69 tahun.

Kamaruzzaman pun mengajak masyarakat untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Ia meminta masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak penting, menghindari kerumuman massa dan melaksanakan social distancing. *|IH-BIRO JABAR