Lebih Dekat dengan Rizal Bawazier, Calon Walikota Tangerang Selatan (Bagian 1)

0
734
Rizal Bawazier /dok

JAKARTASATU.COM  – Pemilihan Umum Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 adalah pemilihan umum untuk memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan dimana pemilihan ini akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel yang dilaksanakan pada 23 September 2020 dan ini serentak di bersama 270 daerah di Indonesia.

Tim Redaksi mencoba dalam liputan Pilkada kali ini menelusuri siapa calon kuat Walikota Tangsel. Dan pilihan pertama adalah Rizal Bawazier yang dalam data dan riset kami melihat dia masik kriteria ideal untuk Wali Kota Tangsel.

Baiklah kita buka dengan pengantar ini. KOTA Tangerang Selatan, Banten, menyimpan banyak jejak sejarah yang berhubungan dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Itu sebabnya di kota ini juga terdapat taman makam pahlawan (TMP), yang tak semua kota di Indonesia memilikinya, TMP Pahlawan Seribu. Di TMP ini dimakamkan lebih dari ratus pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan di daerah yang kini masuk wilayah Kota Tangerang Selatan.

Di kota ini pula untuk pertama kalinya didirikan tempat pendidikan militer di Indonesia, yang diberi nama Akademi Militer Tangerang (AMT), pada November 1945. Kadet atau peserta pendidikan AMT ada yang pernah bertempur dengan balatentara Jepang pada tahun 1946. Peristiwa pertempuran ini dikenal sebagai Peristiwa Lengkong, yang monumen peringatannya didirikan di kawasan perumahan Bumi Serpong Damai.

Di kawasan Lengkong ada kampung yang bernama Lengkong Kyai. Meski secara administratif masuk Kabupaten Tangerang, Kampung Lengkong Kyai sesungguhnya tak bisa dilepaskan dari wilayah Lengkong secara keseluruhan, yang sebagian besar kini masuk  Kota Tangerang Selatan. Sesuai namanya, Kampung Lengkong Kyai awalnya didirikan seorang ulama, sebagai bagian dari perlawanan terhadap penjajahan yang dilakukan Perusahaan Dagang Hindia Belanda (VOC).

Jadi, Kota Tangerang Selatan memang bukan “kota sembarangan”. Kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara ini tak bisa dipandang sebelah mata atau diabaikan begitu saja. Karena itu, sudah sewajarnya dan selayaknya, Kota Tangerang Selatan dipimpin oleh tokoh yang memahami dan menghargai nilai-nilai kebersejarahan tersebut. Dengan demikian, program-program kerja yang akan dilaksanakan bukan hanya memandang jauh ke depan, tetapi juga tidak melupakan masa silam.

Pemimpin seperti itu, yang berpandangan ke masa depan tanpa melupakan sejarahnya, tentulah seorang cerdik cendekia yang bukan hanya punya pengetahuan teoritis. Namun, dia punya pengalaman panjang dan menghayati berbagai masalah yang ada di tengah masyarakatnya. Dia juga memiliki wawasan yang luas dan menghargai berbagai perbedaan, karena pernah mengenyam pergaulan lintas daerah, bahkan lintas negara yang tidak sebentar.

Dengan kriteria-kriteria seperti itu, adalah keniscayaan bila Kota Tangerang Selatan lebih pas dan cocok dipimpin oleh tokoh dari daerahnya sendiri. Namun, ya, itu tadi: Wali Kota Tangerang Selatan juga harus punya pengalaman panjang dan wawasan luas. Apalagi, Tangerang Selatan kini telah berkembang menjadi kota kosmopolitan, kota internasional, dengan banyaknya kompleks perumahan, lembaga-lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan lembaga-lembaga di berbagai negara lain, dan juga banyak sentra ekonominya.

Siapa tokohnya? Dari berbagai bakal calon Wali Kota Tangerang yang sudah mulai melakukan sosialisasi untuk ikut kontestasi Pilwalkot 2020 nanti, yang paling memenuhi kriteria tersebut adalah Rizal Bawazier, pengusaha yang masih berusia muda (belum lagi genap 49 tahun). Rizal lahir dari pasangan Abdullah Bawazier dan Petum Bawazier, yang sudah beberapa keturunan menetap di Lengkong Kyai. Ayah Rizal juga seorang pengusaha, yang pernah menjadi pedagang kaki lima di Pasar Senen, Jakarta.

Rizal menempuh pendidikan perpajakan di Universitas Indonesia. Bahkan, ia sempat pula berkuliah di jurusan sastra Jerman pada perguruan tinggi yang sama.

“Sempat saya dalam setahun kuliah di dua fakultas di Universitas Indonesia. Namun, akhirnya, saya lepas yang jurusan sastra Jerman,” kata Rizal.

Lulus kuliah, Rizal bekerja di kantor konsultan internasional terkemuka, Ernst & Young dan juga PricewaterhouseCoopers. “Saya bekerja di sana kurang-lebih sembilan tahun,” tutur pemilik usaha RB Group ini.

Berbekal pengalaman itu, Rizal berusaha mandiri, dengan mendirikan perusahaan konsultan pajak dan keuangan sendiri. “Saya bikin perusahaan itu tahun 2003. Saya banyak dibantu oleh dua kawan saya yang juga pernah bekerja di PricewaterhouseCoopers, Ricky Hasibuan dan Viktor Silaban,”beber Rizal.

Kini, di bawah bendera RB Group, Rizal memiliki delapan perusahaan, mulai dari perusahaan konsultas bisnis dan perpajakan, perusahaan agen perjalanan wisata, perusahaan teknologi informatika, sampai perusahaan properti. “Jatuh-bangun saya dalam membangun bisnis ini. Tapi, dalam hidup, jatuh-bangun kan biasa. Yang penting, kita harus selalu bangun setiap kali jatuh,” katanya.

Lalu, mengapa Rizal tertarik untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tangerang Selatan?

“Saya kan putra daerah sini. Saya ingin menjadikan Tangerang Selatan lebih maju lagi, agar bisa menjadi kota kelas dunia, yang menghargai perbedaan, toleran, warganya sejahtera, lingkungan alamnya terjaga, dan ekosistem bisnisnya tumbuh dengan sehat,” jelasnya.

Rizal Bawazier dan nenek penyapu di Taman
Kota 2 BSD bergembira dan merasa senang./dok

Rizal telah melakukan banyak sosialisasi, atau blusukan ke sejumlah kecamatan di Tangsel. Ia lakukan tanpa kenal lelah. Ia datangi sejumlah wilayah di 7 kecamatan, baik dalam pesta undangan khitanan, nikahan, sampai bertatap muka dengan para pekerja taman emak-emak Penyapu Harian Taman Kota 2 BSD.

Rizal juga dalam hari Perempuan International 2020 bahkan melakukan kepedulian yang sangat dalam bagi seorang janda miskin di kawsan Ciputat yang tak punya rumah tinggal.

Rizal mendatangi  Wastiah, 38, warga RT 005 RW 011, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, (Tangsel), pada Ahad (8/3/2020), sebagai catatan ini salah satu kawasan wilayah kantong miskin yang ada di Kota Tangsel, guna memberikan advokasi dan bantuan kemanusiaan kepada warga yang belum tersentuh manisnya dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang sebenarnya cukup besar. Ia berikan santunan dengan mengkontrakan rumah petak, dan sejumlah kebutuhannya. Ia juga banyak bertemu orang-orang di pasar-pasar di  tujuh kecamatan di Tangsel.

Jauh sebelumnya Rizal juga bertemu sejumlah tokoh Tangsel yang merupakan para pendiri Kota Tangsel yang menjadikan kota tersendiri dan mandiri.

Tentang kesiapan dirinya maju di Tangsel ini iya yakin dan berharap mendpaat dukungan banyak pihak.

(Bersambung)

Facebook Comments