Lembaga Pendidikan di Jabar Jadi Klaster Baru Covid-19

0
98

JAKARTASATU.COM – Jumlah klaster persebaran Covid-19 di Jawa Barat terus bertambah. Terbaru, sejumlah siswa di lembaga pendidikan terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes masif rapid test yang dilakukan Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, klaster baru tersebut berada di zona pendidikan yang menjalankan sistem asrama. Menurutnya sejauh ini provinsi dengan penduduk 50 juta ini telah memiliki alat tes cepat sekitar 100.000, dan sudah didistribusikan sekitar 63.000 ke 27 kabupaten/kota.

Sedangkan hasil tes cepat yang sudah masuk sebanyak 21.600, dan indikasi kasus positif terinfeksi COVID-19 ditemukan sebanyak 826 kasus. Dari 826 kasus positif tersebut akan ditindaklanjuti dengan tes diagnostik yang lebih akurat hasilnya, yakni melalui pemeriksaan menggunakan teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR). Pemeriksaan ini dengan pengumpulan usap (swab) dari saluran pernapasan atas, yakni bagian hidung dan tenggorokan.

Ridwan Kamil menuturkan, klaster baru di zona pendidikan ini pada awalnya ditemukan kasus positif dari tes masif di Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian RI (Setukpa), Sukabumi. Ditemukan ada 300 siswa Setukpa yang positif COVID-19, yang kemudian perlu dipastikan dengan metode PCR.

Kasus positif juga ditemukan di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (SECAPAAD), Kota Bandung, Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Kodiklat TNI AD, juga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

“Di Jabar banyak pusdik TNI/ Polri. Dari indikasi ini Bapak Wapres, perlu ada semacam evaluasi di masa pendemi ini, bagi lembaga pendidikan TNI/ Polri khususnya terkait siswa yang berkegiatan dan berkumpul,” ujar Ridwan Kamil, saat video conference Rapat Terbatas Koordinasi Lintas Provinsi Terkait Monitoring Pelaksanaan Penanganan Pandemi COVID-19 bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Selasa (7/4/2020).

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat, Daud Achmad bilang, dari temuan kasus positif di lingkungan pusdik TNI/Polri akan ditindaklanjuti dengan metode PCR guna memastikan terinfeksi atau tidak COVID-19. Pasalnya, hasil tes cepat akurasinya hanya berkisar 80 persen.

Sasaran tes cepat berikutnya ialah pesantren yang jumlahnya sangat banyak di Jawa Barat. Daud Achmad menambahkan, upaya tes masif diadakan di pesantren karena banyak santri yang tinggal di kobong atau asrama.

“Kerawanannya, kalau ada satu saja yang terpapar akan berpotensi penularan. Tes ini juga sebagai deteksi dini, jika ditemukan kasus positif cepat ditangani,” kata Daud. |IH-BIRO JABAR
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti Rapat Terbatas Koordinasi Lintas Provinsi bersama Wakil Presiden Republik Indonesia via video conference. (Dok Pemprov Jabar)

Facebook Comments