Said Didu: SBY Demokratis, Tak Serta-merta Memecat

0
401

JAKARTASATU.COM– Muhammad Said Didu mengatakan bahwa mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki jiwa demokratis. Hal ini ditandai dari sikapnya yang berbeda tetapi tidak jemawa kepada dirinya.

“Sebagai contoh kecil saja betapa Pak @SBYudhoyono seorang demokratis, saat saya masih Sesmen BUMN, saya secara terbuka dan bahkan di DPR, menolak subsidi BBM yang sangat besar, yang diinginkan oleh beliau karena saya anggap tidak adil terhadap rakyat, tapi beliau tidak serta-merta memecat saya,” demikian pengakuannya, Kamis (9/4/2020), di akun Twitter-nya.

Pengakuan Said itu dilatarbelakangi adanya cuitan dari kader Demokrat Ravhland Nashidik. Rachland merespon tudingan bahwa SBY kala memimpin bertangan besi. SBY dikatakan olehnya malah tidak setuju dengan adanya kritik politik pidana.

“Kalian yang mau bilang SBY sama dengan Jokowi suka memenjarakan orang: coba periksa dulu tahun berapa kasusnya. Kalau tahun 2005, sebelum pasal menghina presiden dibatalkan MK, itu artinya Polisi bergerak tanpa perlu persetujuan presiden,” cuitannya.

Ia mengatakan demikian, mengangkat fakta-fakta SBY bukan untuk memujanya. Tapi untuk membantah omong kosong para pendukung Jokowi.

“Lebih dari saat normal, kebijakan Pemerintah dalam menangani pandemi harus jitu dan matang. Itu makanya kritik rakyat diperlukan.”

Dan ia rasa Jokowi mungkin bisa belajar dari SBY. RI-JAKSAT