ADZAN YANG MELEMAHKAN CORONA

0
2403
M RIZAL FADILLAH

by M Rizal Fadillah

Fenomena menarik di Eropa khususnya di Belanda, Jerman, dan Belgia dimana lebih dari 100 masjid diizinkan mengumandangkan adzan. Di samping sebagai dukungan moral untuk umat muslim menghadapi wabah corona juga menjadi cermin meningkatnya spiritualitas warga negara di Eropa. Ada nuansa kebahagiaan ditengah keprihatinan.

Merenung sesaat, adakah hikmah dari adzan yang mampu melemahkan virus. Secara mendasar adzan adalah panggilan untuk beribadah. Virus corona juga adalah makhluk Allah yang juga diperintahkan untuk beribadah “dengan cara dan syari’atnya”. Keberadaan wabah atau th’oun diingatkan pula sebagai bagian dari aspek keagamaan. Ada hadits yang menyatakan.

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR
Kalimah takbir sebagai awal lafadz adzan menegaskan kebesaran Allah SWT. Dengan kalimah ini maka semua selain Allah SWT itu kecil dan terus mengecil. Virus corona pun meski sudah kecil tentu dengan kebesaran Allah SWT tersebut akan lebih “mengecil”.

ASYHADU ANLAA ILAHA ILLALLAH
Penyaksian ketauhidan adalah dasar keislaman, kepatuhan, dan leselamatan. Mengakui hanya Allah yang Maha Kuasa. Makhluk-Nya tunduk hanya kepada Allah SWT yang Esa.
Corona tak terkecuali.

ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSULULLAH
Utusan Allah terakhir adalah Muhammad SAW yang menjadi “rahmat bagi seluruh alam”. Utusan yang membawa kitab berupa Al Qur’an. Kehebatan Qur’an adalah dapat “menundukkan” dan membuat “takut” gunung-gunung (QS Al Hasyr 21). Virus corona pun patut untuk melunakkan dirinya.

HAYYA ‘ALASH SHOLAAH
Seruan atau panggilan untuk sholat. Beribadah dan mendekat kepada Allah. Mengajak ciptaan Allah untuk shalat, beribadah dengan syari’atnya masing masing. Tidak boleh merusak atau menyakiti hamba Allah yang akan dan sedang beribadah.

HAYYA ‘ALAL FALAAH
Ajakan untuk memenangkan “pertempuran”. Musuh musuh Allah akan dihancurkan. Hamba-Nya akan dimenangkan dan dibahagiakan. Virus corona akan “tahu diri” untuk tidak menjadi musuh musuh Allah. Jika melawan pun dipastikan akan dikalahkan.

ALLAHU AKBAR -ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLALLAH
Penutup kalimah adzan kembali menegaskan kebesaran Allah SWT dan mentauhidkan-Nya.
Virus corona adalah hamba Allah yang patuh dan tunduk kepada Allah SWT.

Jika direnungkan lebih dalam, maka wajar jika adzan itu mampu melemahkan virus corona. Apalagi ditambah oleh ODP ataupun PDP yang gemar membaca Al Qur’an, berdzikir, dan berdo’a dengan khusyu. Insya Allah kesembuhan Allah SWT akan berikan. Bukankah menurut Qur’an juga “Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiin”–Jika aku sakit, Dia Allah yang menyembuhkan (QS Asy Syu’ara 80).

Sebagaimana fenomena di negara Eropa maka di samping terus upaya medis dijalankan termasuk menunggu uji coba vaksin, maka pendekatan keagamaan juga harus diperkuat. Karena jika meninggal juga toh akan kembali kepada urusan agama.
Renungan saja. Wallahu a’lam bishshawab.

*) Pemerhati Keagamaan.

Bandung, 14 April 2020