Mengenang “Serangan” Pilpres 2019 ke Kubu 02

0
362

JAKARTASATU.COM- Pilpres 2019 telah usai. Pemenangnya pun sudah ditentukan—sudah menjalani serangkaian fungsinya sebagai Presiden. Jokowi-Ma’ruf ditetapkan KPU sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Namun siapa sangka, ternyata ada kejadian yang masih diingat oleh para pendukung Prabowo-Sandi, di mana seluler pribadi mereka “diserang” oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab. Hal ini sebagaimana yang dirasakan dan diakui oleh Mustafa Nahrawardaya dan Fadli Zon.

Setahun silam, tepatnya 17 April 2019. Sehabis pencoblosan, tiba2 hampir semua nomor ‘kami’, diserang dgn kejadian ini. Sy yakin, pelaku, pendana & sutradaranya, sedang merancang sesuatu. Di masa Corona, kalian para pelaku, pendana, dan sutradara, tetaplah menjaga kesehatan…..,” demikian kata Mustafa, kemarin, Jumat (17/4/2020), di akun Twitter-nya.

Fadli pun juga demikian: mengaku merasakan hal sama dengan Mustafa. Bahkan Fadli merasakan serangan itu sistematis.

HP sy termasuk yg diserang dg serbuan telepon dg nomor2 dr berbagai negara. Praktis tak bisa komunikasi pd saat2 penting selama berhari2. “Serangan” ini begitu sistematis persis setelah pengumuman dimulai oleh KPU. Tak terasa sdh setahun lalu,” demikian pengakuannya.

Kubu Prabowo-Sandi atau 02 sempat membawa dugaan kecurangan di Pilpres ke MK. Namun tak seperti yang diharapkan.

Kini setahun sudah berlalu. Prabowo, dan kader lainnya dari Gerindra/pendukungnya sudah tampak tak menyoalkannya lagi—mereka masuk ke dalam lingkaran istana Jokowi-Ma’ruf.

RI-JAKSAT